loading=

Firmans Grup Mitra PTPN 1 Bangun Pabrik Pala dan Kelapa di 4 Provinsi

Firmans Grup Mitra PTPN 1 Bangun Pabrik Pala dan Kelapa di 4 Provinsi
CEO PT Firmans Grup, Hendra Firmansyah Bersama Direksi PTPN 1 saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional fase 2 pada Rabu (29/4/2026). PT Firmans Grup menjadi mitra strategis PTPN 1 untuk pembangunan pabrik kelapa dan pala di proyek hilirisasi ini. Foto: ist/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. PT Firmans Grup menjadi mitra strategis PTPN 1 untuk pembangunan pabrik kelapa dan pala. Pembangunan pabrik ini bagian dari 13 proyek hilirisasi nasional fase 2 yang groundbreakingnya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Cilacap Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026).

CEO PT Firmans Grup, Hendra Firmansyah mengatakan untuk pabrik kelapa akan dibangun di empat provinsi yakni Maluku, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Lampung.

“Di Maluku, Sumatera Utara dan Lampung masing-masing satu pabrik sedangkan di Sulawesi Selatan dua pabrik di Bone dan Takalar,” jelasnya kepada berkatnewstv Kamis (30/4/2026).

Ia sebutkan pabrik yang akan dibangun khusus untuk olahan turunan daging kelapa seperti coconut chips, coconut flakes, coconut cream/ milk, VCO/ Unrefined Coconut Oil, kosmetik, farmasi dan suplemen serta nata de coco.

Baca Juga:

“Jadi, seluruh produk dari turunan daging kelapa ini akan diolah di pabrik tersebut,” ucapnya.

Sementara estimasi lahan pabrik minimal 20 hektare sedang lusan perkebunan kelapa yang dipersiapkan dengan total 24 ribu hektar dengan masing – masing enam ribu hektar per provinsi. Dengan target produksi 300 – 500 ribu buah per hari.

“Khusus di Maluku ada enam ribu hektare sudah exciting milik PTPN 1. Kemudian tiga ribu hektare replanting dan selebihnya lahan masyarakat se-Pulau Seram,” ujarnya.

Hendra yang merupakan putra daerah asal Kalbar ini menambahkan untuk pabrik pala hanya dibangun Provinsi Maluku dan Soppeng Sulawesi Selatan.

“Untuk mendukung produksi dari pabrik, maka lahan perkebunan pala yang dipersiapkan seluas 25 ribu hektare di Bandanaira dan 11 ribu hektare di Pulau Seram. Dengan target produksi 2.500 ton per tahun,” pungkasnya.(rob)