loading=

Penundaan Sertijab Kapolda Kalbar Menimbulkan Spekulasi Negatif

Penundaan Sertijab Kapolda Kalbar Menimbulkan Spekulasi Negatif
Salah satu kapolda yang belum dilakukan serah terima jabatan (sertijab) adalah Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto yang digantikan oleh Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar

Pontianak, BerkatnewsTV. Salah satu kapolda yang belum dilakukan serah terima jabatan (sertijab) adalah Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto yang digantikan oleh Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 pada 7 Mei 2026, Irjen Pol Pipit Rismanto dimutasi menjadi Kapolda Jawa Barat.

Namun sejak telegram tersebut terbit, hingga kini belum ada dilakukan pelantikan dan sertijab antara Pipit dengan Alberd. Padahal, beberapa kapolda lainnnya telah dilakukan pelantikan dan sertijab pada Minggu, 17 Mei 2026 lalu di Mabes Polri oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Antara lain Brigjen Pol Nasri sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Arif Budiman sebagai Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja Kapolda NTB dan Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid sebagai Kapolda Bengkulu.

Kesempatan itu, Kapolri Listyo Sigit juga melantik Komjen Pol R. Z. Panca Putra S sebagai Kalemdiklat Polri dan Kombes Pol Yudi Arkara Oktabera sebagai Kayanma Polri.

Belum ada kepastian pelantikan dan sertijab Irjen Pipit akhirnya menimbulkan isu-isu tak sedap dan spekulasi negatif di masyarakat.

Baca Juga:

Terlebih, Namanya dikait-kaitkan dengan pemilik PT Quality Success Sejahtera (QSS) Aseng alias Sudianto yang dikenal juga salah satu bos bauksit Kalbar yang saat ini menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dalam kasus ekspor bauksit Kalbar.

“Ini memang “aneh”, belum sertijab sekian lama apalagi track record yang pergi kurang begitu baik dalam hubungannya yang diduga dengan pemain barang ilegal,” kata Ketua Forum Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFMCap, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Stephanus, ditangkapnya Aseng alias Sudianto tersebut telah merugikan negara serta merusak alam di Kalbar. Sehingga kasus ini menjadi atensi khusus pemerintah pusat. Akibatnya berimplikasi terhadap pelantikan dan sertijab Kapolda Kalbar.

“Kemungkinan berimplikasi dengan penggantinya sehingga sertijab (Kapolda kKalbar) belum dilaksanakan juga. Ini praduga saja ya. Karena diluaran juga berkembang suara-suara seperti ini,” ucapnya.

Tokoh kemanusiaan Kalbar ini menilai wajar saja jika Kapolri belum melantik dan sertijab Kapolda Kalbar dikarenakan berkembangnya spekulasi-spekulasi negatif tersebut. Apalagi, jika dikabarkan yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan dari Mabes Polri.

“Kalau itu interen merekalah. Kupikir yang dari Kalbar tentu dalam pengawasan interen mereka di pusat apalagi Jabar dekat dengan Jakarta,” tuturnya.

Namun, Stephanus menyarankan pihak Polri akan lebih baik terbuka menyampaikan ke publik penyebab sebenarnya pelantikan dan sertijab Kapolda Kalbar belum dilakukan agar opini-opini liar tidak terus berkembang di masyarakat.(tmB)