loading=

Massa Sampaikan Empat Tuntutan ke PLN Kalbar

Massa Sampaikan Empat Tuntutan ke PLN Kalbar
Kantor PLN UID Kalbar Sui Raya kembali didemo. Sebelumnya oleh mahasiswa yang tergabung dalam Solmadapar, kali ini demo dilakukan oleh Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar, Rabu (8/7/2026). Foto: dian/berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kantor PLN UID Kalbar Sui Raya kembali didemo. Sebelumnya oleh mahasiswa yang tergabung dalam Solmadapar, kali ini demo dilakukan oleh Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar.

Massa mendesak GM General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar Maria Goretti Indrawati Gunawan, mendengarkan tuntutan masyarakat Kalbar.

Tapi sayangnya GM Maria Goretti Indrawati Gunawan tak kunjung datang untuk menemui massa yang sudah merangsek di halaman kantor tersebut.

Bahkan perwakilan dari PLN memberikan penawaran kepada massa agar aksi ditunda besok siang. Aksi ini, akibat adanya pemadaman listrik di wilayah Kalbar dalam waktu sepekan.

Adapun tuntutan dari BPM Kalbar yakni evaluasi kinerja manager komunikasi PLN UID Kalbar, pulihkan hak-hak rakyat tanpa syarat, meminta pihak PLN mempublikasikan secara terbuka dan bertanggung jawab kompensasi kepada pelanggan yang diatur dalam peraturan, serta lainnya.

Baca Juga:

Ketua BPM Kalbar Gusti Edy menyayangkan sikap pejabat tinggi di PLN Kalbar ini tidak dapat menemui mereka. Sedangkan aksi sudah dilakukan dengan secara damai.

“Ini sungguh aneh, jaman sudah canggih ketemu pakai video call ataupun via telpon juga bisa tetapi justru minta besok ketemunya,” ucap Ketua BPM Kalbar Gusti Edy dihadapan wartawan, Rabu (8/7/2026).

Ia mendesak pertemuan ini harus tetap dilakukan di hadapan massa agar publik bisa tahu. Dan tidak memindahkan lokasi pertemuan antara massa dan Petinggi PLN Kalbar.

“Intinya kalau mau ketemu dengan cara keterbukaan karena hal ini menyangkut hajat orang banyak,” tegasnya.

Ia juga mengecam pemadaman listrik sangat berpotensi mengganggu perputaran ekonomi masyarakat. Karenanya, pemadaman ini mesti dihentikan tanpa tawar menawar.

“Pemadaman seperti ini, menjadi sejarah di Kalbar karena belum pernah terjadi. Makanya saya titipkan lilin sebagai simbol kemunduran kelistrikan Kalbar. Karena tidak mungkin kita kembali ke jaman dahulu,” pungkasnya. (dian)