loading=

Sekjen AMSI Maryadi Wafat

Kabar duka datang dari keluarga besar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Sekjen AMSI Nasional Maryadi meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 17.30 wib. Kabar duka cita disampaikan langsung Ketua Umum AMSI Nasional Wahyu Dhyatmika
Kabar duka datang dari keluarga besar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Sekjen AMSI Nasional Maryadi meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 17.30 wib. Kabar duka cita disampaikan langsung Ketua Umum AMSI Nasional Wahyu Dhyatmika

Jakarta, BerkatnewsTV. Kabar duka datang dari keluarga besar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Sekjen AMSI Nasional Maryadi meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 17.30 wib.

Kabar duka cita disampaikan langsung Ketua Umum AMSI Nasional Wahyu Dhyatmika di grup AMSI Nasional.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi. Saat ini jenazah berada di RS Siloam Mampang, Jakarta Selatan. Mohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” tulis Wahyu.

Spontan kabar duka cita ini membuat seluruh anggota AMSI se-Indonesia terkejut. Pasalnya, beberapa hari lalu almarhum masih sempat bertemu silaturahmi dengan rekan-rekan media anggota AMSI.

Maryadi adalah salah satu tokoh penting dalam perjalanan AMSI sejak organisasi ini berdiri. Ia mengemban amanah sebagai Bendahara Umum AMSI pada periode 2017–2023, sebelum kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Jenderal AMSI.

“Sepanjang hidupnya, almarhum bekerja keras dan penuh ketekunan untuk memperkuat organisasi, mendampingi anggota, serta memperjuangkan misi AMSI dalam membangun ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan,” kata Wahyu.

Ia menilai, almarhum bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga rekan seperjuangan yang memahami bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh apabila ditopang oleh perusahaan media yang sehat dan independen.

Banyak fondasi kelembagaan, tata kelola, dan program AMSI yang turut dibangun melalui kerja sunyi dan pengabdiannya. Maryadi menjalankan tanggung jawabnya dengan kesungguhan, loyalitas, dan rasa memiliki yang besar terhadap organisasi serta seluruh anggotanya.

“Kepergian Maryadi merupakan kehilangan besar bagi AMSI dan komunitas media Indonesia. Kami akan mengenang dedikasi, kerja keras, dan komitmennya untuk terus memperkuat media siber Indonesia,” tambah pria yang akrab disapa Bli Komang.

Atas nama Pengurus Nasional dan seluruh anggota AMSI, Bli menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan seluruh amal pengabdiannya menjadi pahala yang terus mengalir.

Perjalanan Karir Jurnalis Almarhum dari Pontianak ke Nasional

Sementara dari Kalimantan Barat, ucapan duka cita mengalir dari seluruh anggota AMSI Kalbar. Sosok Maryadi bukan orang baru bagi AMSI Kalbar.

Diketahui, almarhum alumni Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) tahun 1995. Ia merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kalbar. Almarhum saat itu juga aktif dalam gerakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Untan.

Sehingga saat itu ia sangat dekat dengan sejumlah aktivis di Kalbar yang saat ini telah menjadi orang besar yang juga merupakan sesama HMI.

Selain aktif sebagai pengurus AMSI, Maryadi dikenal sebagai jurnalis dan eksekutif media yang memiliki pengalaman panjang di industri pers nasional.

Sepanjang kariernya, ia pernah menjadi jurnalis dan redaktur senior di Detikcom, kemudian menjabat sebagai Pemimpin Redaksi VIVA, Direktur Bisnis Katadata, Direktur Bisnis Nusantara TV, anggota Dewan Redaksi Konteks, hingga terakhir mengemban amanah sebagai Direktur Bisnis Tutur.

Jejak pengabdian tersebut menjadikan Maryadi sebagai salah satu figur yang turut mewarnai perkembangan media digital Indonesia selama lebih dari dua dekade.

“Jadi, almarhum sangat dekat juga dengan kami di AMSI Kalbar. Setelah ke Jakarta, almarhum kembali lagi ke Pontianak. Kami selalu ngopi-ngopi sambal bincang-bincang ringan tentang keberlanjutan bisnis industri media siber,” kata Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan AMSI Kalbar, Rolf Korah.

Pria yang akrab disapa Robby mengenang diskusi bersama almarhum terkait keberlanjutan bisnis media saat di Pontianak.

“Almarhum saat itu memberikan beberapa tips agar bisnis media siber dapat terus jalan menghadapi berbagai tantangan. Intinya jangan pernah lelah mengembangkan media, kalua kita benar-benar terjun di media maka harus bisa membangun relasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Jual produk unggulan kita dan buat inovasi. Itu pesan almarhum,” ungkapnya.

Sementara itu Pimred Koran Harian Suara Pemred, Harry Daya menilai sosok almarhum adalah seorang wartawan yang menyenangkan.

“Almarhum merupakan sosok wartawan dan teman yang baik hati sekaligus menyenangkan. Sungguh sayang terlalu cepat dipanggil Allah SWT. Padahal ada agenda besar yang masih membutuhkan dirinya. Selamat jalan kawan,” pungkasnya.(rob)