Pontianak, BerkatnewsTV. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 8 orang jenazah korban kecelakaan helikopter yang jatuh di lereng bukit Puntak Desa Tapang Tingang Kecamatan Nanga Taman di Kabupaten Sekadau.
Evakuasi telah dimulai sejak tadi malam Kamis (16/4/2026) hingga tadi pagi Jumat (17/5/2026). Jenazah telah dibawa ke Yonif 642/Kapuas Sanggau pada pukul 06.05 WIB dengan pengawalan dari Forider Polres Sanggau.
Estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar 3 jam 30 menit dengan perkiraan tiba pukul 08.30 WIB.
Di lapangan Yonif 642/Kapuas, korban diangkut menggunakan helikopter Puma TNI AU menuju Lanud Supadio Kubu Raya selama 45 menit dilanjutkan ke RS Bhayangkara Anton Sudjarwo Pontianak.
“Operasi ini merupakan bukti nyata soliditas dan profesionalisme tim SAR Gabungan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak, Jumat (17/5/2026).
Nama-nama Korban
Helikopter PK-CFX PT. MATTHEW AIR rute Melawi – Kubu Raya ini sebelumnya mengalami Lost Contact di Sekitar wilayah Kecamatan Nanga Taman.
Baca Juga:
- Helikopter Hilang Kontak Dilaporkan Meledak di Nanga Taman
- Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur di Lereng Bukit
Ada delapan korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut yakni 2 orang cru terdiri dari Capt. Marinda, dan Eqb Harun Arasyid ditambah enam orang penumpang terdiri yakni Mr. Patrick K, Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O dan Mr. Sugito.
Proses Evakuasi
Terpisah, Kabag Ops Polres Sekadau, AKP. Sugiyanto menceritakan kronologis terkait pencarian korban.
“Kami berangkat dari Polres Sekadau bersama rekan-rekan tim gabungan lainnya sama-sama menuju TKP. Namun, titik koordinat yang kami peroleh sebelumnya masih rancu karena saat kita mengarah ke titik koordinat itu ternyata meleset dari titik kejadian,” ungkapnya.
Namun, setelah heli dari Basarnas terbang di udara menemukan lokasi pasti jatuhnya heli dan mengirimkan ke tim gabungan.
“Mendapati titik koordinat dari Basarnas itu, kami akhirnya berangkat menuju titik lokasi. Namun, untuk menjangkau titik koordinat tersebut tidaklah mudah mengingat jatuhnya heli tersebut berada di bawah lereng bukit. Kami harus berjalan kaki selama tiga jam lebih. Setelah melakukan pencarian sekitar jam 5 sore puing-puing Heli akhirnya kami temukan,” terangnya.
Dari lokasi ditemukannya heli tersebut, tim gabungan, lanjutnya, menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban kami temukan masih dilokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Pontianak melalui bandara Supadio,” pungkasnya. (rob/pek)













