Kubu Raya, BerkatnewsTV. Setelah melakukan antemortem, petugas Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kubu Raya melakukan postmortem terhadap hewan kurban yang telah disembelih di Hari Raya Iduladha pada Rabu (27/5/2026).
Staf Peternakan dan Kesehatan Hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kubu Raya, Wulan Maulita Indrayana mengatakan postmortem adalah melakukan pemeriksaan kesehatan setelah hewan kurban disembelih.
“Apa saja yang diperiksa. Yaitu organ-organ tubuh hewan kurban seperti kepala, mata, hati, paruh, jantung dan limpah,” jelasnya kepada berkatnewstv disela pemeriksaan di Masjid Nurul Jannah Komplek Tanjungpura Permai Sui Raya Dalam, Rabu (27/5/2026).
Selain itu, petugas juga melakukan interview kepada panitia seputar pelaksanaan kegiatan kurban mulai dari jumlah panitia, jumlah hewan kurban yang disembelih, pendistribusian dan lain sebagainya.
“Alhamdullilah, setelah kami melakukan pemeriksaan hewan kurban yang disembelih di Masjid Nurul Jannah Komplek Tanjungpura Permai Sui Raya Dalam ini aman semuanya,” tuturnya.
Baca Juga:
- Disbunnak Antermortem dan Vaksin 1.600 Ekor Hewan Kurban di Kubu Raya
- Tim Kesehatan Hewan Periksa Hewan Kurban
Namun, ia sebutkan pihaknya juga telah menemukan cacing pita pada organ bagin lain pada hewan kurban di masjid lain. “Kami sudah informasikan ke panitia agar tidak dibagikan ke warga. Namun dagingnya masih aman,” ungkapnya.
“Postmortem ini kami lakukan di sembilan kecamatan yang ada di Kubu Raya. Saat ini teman-teman sedang menyebar di semua titik,” ucapnya.
Ia jelaskan tujuan postmortem ini sangat penting untuk mencegah penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia. Jadi untuk memastikan hewan kurban yang disembelih benar-benar sehat, layak dan aman untuk dikonsumsi masyarakat serta mencegah dari penyakit menular.
Pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 121/KPTS/PK.320/M/03/2023 telah menetapkan 18 Jenis Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang ada di Indonesia.
Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) adalah penyakit yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi, keresahan masyarakat, dan/atau kematian hewan yang tinggi. Karena itu, menjadi perhatian dan prioritas dalam pengendalian penyakit hewan.
Penyakit Zoonosis (menular ke manusia) yang sangat diwaspadai karena berpotensi menyebabkan wabah pada manusia seperti rabies, flu burung, antraks serta leptospirosis.(rob)













