Sanggau, BerkatnewsTV. Sebanyak 40 orang warga Sanggau terkena Demam Infeksi Dengue (DID) dengan rincian Demam Dengue (DD) 28 Orang, Demam Berdarah Dengue (DBD) 11 Orang, Sindrom Syok Dengue (DSS) 1 Orang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sanggau, Najori menyatakan semua kasus tersebut telah dapat ditangani pihaknya.
“Alhamdulillah, dari 40 kasus itu semuanya dapat kita tangani,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sanggau, Najori, Rabu (3/6/2026).
Untuk penanganan DBD, jelas Najori Fogging bukan cara yang efektif. Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan pestisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk secara luas.
Baca Juga:
- DBD Kubu Raya Tertinggi di Kalbar. Muda Optimis Bakal Turun
- Beraump Bekudong Terbitkan Lima Kesepakatan Diantaranya DBD
“Tetapi fogging hanya efektif dalam membunuh nyamuk dewasa tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk sehingga harus tetap melakukan upaya untuk mencegah merebaknya DBD,” ujarnya.
Salah satu caranya yang lebih efektif, terangnya, yakni dengan melakukan pemberantaaan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3 M Plus.
“3 M Plus itu menguras atau membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi secara rutin. Kemudian menutup rapat-rapat tempat penyimpanan air. dan terakhir mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang menampung air dan Plusnya itu adalah tindakan tambahan misalnya memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan abate, losion anti nyamuk, kawat kasa, kelambu, tanaman pengusir nyamuk, serta menghindari menggantung pakaian,” ungkapnya.
“Mari kita bersama melakukan PSN-3M PLUS secara rutin untuk mencegah DBD di lingkungan kita,” pungkasnya.(pek)













