Sanggau, BerkatnewsTV. DPRD Sanggau meminta kepolisian tidak tebang pilih menertibkan aktifitas PETI di Sanggau. Jangan hanya sekadar masyarakat kecil yang menjadi korban namun cukong-cukong dibiarkan lepas.
“Masyarakat itu bekerja (PETI) hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Memang secara aturan apa yang mereka lakukan itu salah. Tapi ini yang ditangkap dengan barang bukti 12 gram, itupun mereka kumpulkan seminggu. Karena mereka ramai kalau dibagi dipotong operasional mungkin tidak sampai Rp100 ribu mereka dapat. Inikan sangat miris,” kata Ketua DPRD Sanggau, Hendrikus Hengki.
Hendrikus ikut hadir di tengah aksi demo yang dilakukan masyarakat dari Desa Semanget dan sekitarnya di Kecamatan Entikong dan Kecamatan Sekayam, Senin (4/5/2026).
Warga mendesak Polres Sanggau untuk membebaskan dua orang rekannya Anto dan Alek yang ditangkapp Minggu lalu lantaran terlibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Baca Juga:
- Warga Entikong dan Sekayam Demo Mapolres Sanggau Minta Bebaskan Dua Orang
- Cukong dan Pembeking PETI di Sanggau Bakal Disikat
“Jika aparat Kepolisian mau menindak secara tegas PETI ini, selesaikan semua PETI di Sanggau, jangan ada satupun PETI bekerja. Inikan seolah-olah masyarakat kecil yang bekerja ini saja yang dikorbankan, ini yang menjadi persoalan dan kemarahan masyarakat,” tambah Hendrikus.
Menurutnya, selama negara belum mampu menyiapkan lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat maka selamanya aktivitas PETI yang dilakukan masyarakat tetap ada.
“Kalau negara ini hadir, berilah mereka ini WPR dan IPR supaya masyarakat bisa bekerja dengan tenang tidak diganggu-ganggu lagi untuk menghidupi keluarganya,” ujarnya.
Hengki meminta tidak memperpanjang persoalan ini meskipun secara aturan dilarang namun kedepankan rasa kemanusiaan dalam penegakan hukum.
“Lepaskanlah mereka berdua ini, jangan sampai persoalan ini melebar yang memicu dukungan dari kecamatan-kecamatan lain datang ke Sanggau,” ia mengingatkan.(pek)













