loading=

Gubernur Kalbar Minta Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX

Gubernur Kalbar Minta Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX
Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi korban helikopter PK-CFX milik Matthew Air yang jatuh di lereng Bukit Puntak Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau pada Kamis (16/4/2026) malam. Gubernur Kalbar Ria Norsan pun meminta agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terkait penyebab kecelakan tersebut. Foto: ist/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. Gubernur Kalbar Ria Norsan meminta agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terkait penyebab kecelakaan helikopter PK-CFX milik Matthew Air yang jatuh di lereng Bukit Puntak Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau.

“Sebagai upaya evaluasi agar kejadian ini tidak terulang lagi di daerah kita,” harapnya saat konfrensi pers di RS Bhayangkara Anton Sudjarwo Pontianak, Jumat (17/4/2026).

Norsan juga meminta kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk memberikan ruang bagi instansi yang berwenang agar seluruh proses berjalan dengan optimal dan sesuai prosedur yang ada.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Barat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan jelas dan benar, dan mengikuti informasi dari pihak yang berwenang. Mari semua unsur stakeholder kita bersinergi dalam penanganan kejadian ini dan juga mengusut tuntas bagaimana kejadian ini. Supaya kedepannya kecelakaan-kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali”, tegasnya

Sementara itu Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menyatakan bahwa pihaknya yang berwenang untuk melakukan investigasi adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga:

“Tapi kami tetap dalami. Namun saat ini yang berhak untuk memberikan informasi adalah KNKT. Jadi, untuk investigasi atau menyelidiki penyebab kecelakan adalah lembaga tertentu yang mempunyai kewenangan seperti KNKT. Kami tidak bisa menjawabnya,” terangnya.

Belum diketahui penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX milik Matthew Air di lereng Bukit Puntak Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau pada Kamis (16/14/2026).

Helikopter tersebut setelah lepas landas dari helipad PT. Citra Mahkota (CNA) Desa Nanga Keroak Kecamatan Manukung Kabupaten Melawi pukul 07.34 WIB dengan mengangkut delapan orang penumpang. Dan dijadwalkan tiba pada pukul 08.50 WIB di helipad PT. Graha Agung Nusantara (GAN) di Teluk Bakung Kecamatan Sui Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

Namun, sekitar pukul 09.00 wib ketika berada di atas lereng bukit sekitar Desa Gandis Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau hilang kontak berdasarkan laporan dari Airnav.

Kecelakan ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia yakni Kapten Marindra Wibowo dan Co Pilot Harun A. Rasid, Patrick Kee Cuan Teng, Viktor Tan, Charles Duminson Lakidap, Joko Catur Prasetyo, Fauzi dan Sugito. Satu diantaranya adalah warga negara Malaysia yakni Patrick Kee Cuan Teng.(rob)