Kubu Raya, BerkatnewsTV. Sebanyak 143 orang ikut berlaga di 9 Ball Tournament 2025 memperebutkan Piala Ketua DPRD Kubu Raya dengan hadiah total Rp20 juta di Rumah Biliar Mancave Desa Kapur Kecamatan Sui Raya.
Ketua DPRD Kubu Raya Johan Saimima apresiasi tournament ini karena antusias dari peminat yang cukup ramai. Dan mereka adalah para non atlet sehingga ajang ini sekaligus untuk mencari bibit atlet baru.
“Begitu pendaftaran dibuka saya melihat bermunculan para pemain-pemain berbakat. Ternyata Kubu Raya banyak juga yang pandai main biliar. Tentu ini bisa menjadi fokus POBSI Kubu Raya untuk dibina menjadi atlet-atlet Kubu Raya,” harap Johan saat membuka 9 Ball Tournament 2025 pada Minggu (9/11).
Johan menyatakan tournament ini telah mendapat dukungan dari Pemkab Kubu Raya melalui Disporapar Kubu Raya, kepolisian, POBSI Kubu Raya dan KONI Kubu Raya.
“Apalagi saya melihat aturan pertandingan yang dibuat standar dari POBSI,” ucapnya.
Johan pun meminta para peserta tetap mengedepankan dan menjunjung tinggi semangat sportifitas. Jangan menjadi tournament ini sebagai ajang judi dan menjurus ke arah negatif.
Senada disampaikan Ketua Pengprov POBSI Kalbar, H. Mohammad Kurniawan Candra yang menilai adanya tournament ini sekaligus menghilangkan stigma negatif yang kerap melekat di olahraga biliar.
“Kami mendukung tournament yang diselenggarakan secara resmi dan diketahui oleh POBSI. Di rumah biliar ini saya lihat sudah sangat bagus tempat dan aturannya. Apalagi di setiap sudutnya ada CCTV, jadi Pak Kapolsek jika ada yang ketahuan berjudi tangkap saja. Saya setuju, bawa dan proses (hukum) saja. POBSI tidak menolerir olahraga biliar dijadikan ajang judi,” tegasnya.
Ia pun berharap tournament biliar ini dapat digelar secara rutin dan menjadi agenda tahunan dalam rangka mencari bibit-bibit atlet baru bagi Kubu Raya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat meyakini lewat tournament ini sekaligus edukasi dan menghilangkan stigma negatif.
“Kita buktikan bahwa tournament biliar ini bukan olahraga negatif akan tetapi sama dengan olahraga lainnya. Selain itu juga ada edukasi yang diterapkan misalnya hal-hal yang sederhana, tidak boleh pakai celana pendek, harus pakai sepatu. Dengan aturan-aturan ini tentu menjadi pengalaman bagi penggemar biliar agar tetap tertib,” ujarnya.
Baca Juga:
Wanita cantik jebolan IPDN ini juga menilai olahraga merupakan aset yang harus terus dikembangkan. Karena banyak dampak positif yang bisa diperoleh. Tidak hanya dari sisi prestasi namun juga ekonomi dengan banyaknya tempat-tempat yang menyediakan sarana dan prasarana standar resmi.
“Kami menyadari belum bisa membangun sebuah kawasan olahraga, karenanya kami apresiasi masyarakat yang telah membuat tempat-tempat olahraga sebagai pendukung,” tuturnya.
Kesempatan itu, Rini menyinggung event Porprov Kalbar yang akan digelar tahun 2026 mendatang. Ia berharap cabor biliar dapat menyumbangkan medali emas untuk Kubu Raya di event tersebut.
“Apalagi tadi mba Dewi (Ketua POBSI Kubu Raya) telah menyatakan minimal tiga mendali emas bisa diperoleh Kubu Raya. Saya menjadi lebih optimis dan semangat. Semoga harapan ini bisa tercapai,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Pengkab POBSI Kubu Raya Dewi Panjaitan mengatakan turnamen ini merupakan yang pertama kali digelar diikuti oleh pemain non atlet dari kalangan umum maupun utusan instansi.
“Kami apresiasi karena antusias dari peminat yang cukup ramai. Dan mereka adalah para non atlet sehingga ajang ini sekaligus untuk mencari bibit atlet baru,” ucapnya.
Ia tegaskan dalam tournament ini diawasi ketat langsung oleh Pengkab POBSI Kubu Raya selaku induk organisasi resmi yang bernaung dibawah KONI Kubu Raya.
“Dan juga menggunakan wasit juri POBSI Kubu Raya yang telah memiliki sertifikasi nasional,” kata atlet biliar putri andalan Kalbar ini.
Dewi pun menyatakan di tournament ini setiap pemain wajib mengikuti tata tertib dan aturan resmi yang telah menjadi standar POBSI.
“Misalnya, setiap pemain dilarang merokok saat bertanding, pemain dilarang menggunakan sandal. Dan lebih penting lagi dilarang keras menjadikan tornament ini sebagai ajang judi. Kalau ketahuan maka peserta didiskualifikasi,” tegas pengelola Rumah Biliar Mancave ini.
Atlet yang tidak lama lagi mewakili Kalbar di event biliar nasional itu menyatakan keoptimisannya untuk meraih minimal tiga medali emas di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar tahun 2026 mendatang.(rob)













