loading=

Pemkot Pontianak Didesak Bangun SMP di Siantan Tengah

Anggota DPRD Pontianak, Matruji Kembali ketika reses menerima aspirasi masyarakat yang mendesak Pemkot Pontianak untuk membangun sekolah di Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara. Foto: ist/berkatnewstv
Anggota DPRD Pontianak, Matruji Kembali ketika reses menerima aspirasi masyarakat yang mendesak Pemkot Pontianak untuk membangun sekolah di Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara. Foto: ist/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. Anggota DPRD Pontianak, Matruji Kembali mendesak Pemkot Pontianak untuk membangun sekolah di Kelurahan Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara.

“Sampai hari ini belum ada respon dari pemkot untuk membangun sekolah khususnya untuk tingkat SMP negeri di Kelurahan Siantan Tengah,” katanya, Minggu (10/5/2026).

Matruji menilai SMP di Kelurahan Siantan Tengah dirasakan sangat urgen dan mendesak lantaran hampir setiap tahun saat Penerimaan Murid Baru (PMB) kerap menjadi keluhan dan kekecewaan orang tua murid maupun anak didik.

“Banyak anak didik yang berdomisili di Siantan Tengah tidak tertampung dan diterima di sekolah yang ada di kelurahan lain seperti sekolah di Siantan Hulu, Siantan Hilir dan Batu Layang karena SPMB menggunakan jalur zonasi. Sementara anak didik di Siantan Tengah ini tidak masuk dalam zonasi,” ungkapnya.

Baca Juga:

Bahkan ia sebutkan dari tahun ke tahun di Pontianak Utara jumlah anak yang putus sekolah selalu bertambah. Untuk tahun 2026 ini diperkirakan 300 anak yang tidak akan tertampung di sekolah negeri.

“Pemerintah hanya punya program yang tidak dibarengi dengan infrastruktur memadai. Saya mendorong Pemkot Pontianak di tahun 2026 sudah ada perencanaan yang pasti sehingga di tahun 2027 SMP negeri di Siantan Tengah sudah terbangun karena lahan juga sudah siap,” ucapnya.

Akibatnya sambung politisi PPP ini, anak didik tersebut terpaksa harus menimba ilmu di sekolah swasta yang kerap biayanya cukup besar. Sementara mereka sebagaian tergolong anak didik dari keluarga ekonomi mengengah kebawah

“Saat saya reses Waktu lalu, aspirasi ini disampaikan warga ke saya dan menjadi keluhannya. Jadi harus saya perjuangkan aspirasi masyarakat,” tuturnya.

Matruji tidak ingin program 13 tahun wajib belajar yang dicanangkan pemerintah ternyata tidak berjalan karena infrastruktur Pendidikan yang tidak mendukung.

“Pontianak Utara jangan hanya menjadi sapi perahan politik saat mau pilkada. Hanya dengan janji – janji manis. Harus ada realisasi nyata.
Apalagi jumlah penduduk di Siantan juga salah satu terbesar di Kota Pontianak. Butuh juga perhatian dan atensi Pendidikan. Jangan sampai ada diskriminatif,” tegasnya.(rob)