Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani disela sosialisasi dengan pedagang di Pasar Kuala Dua. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Pasar rakyat Kuala Dua di Dusun Keramat I Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya akan segera difungsikan pada 21 Januari.

Pasar tersebut telah direvitalisasi melalui DAK Kemendag RI setelah terdapat kerusakan di sejumlah sudut bangunan, bahkan kondisinya hampir roboh.

“Setelah jadi pasar ini harus difungsikan. Artinya, pemerintah secara bertahap akan mulai menata lingkungan khususnya di Desa Kuala Dua,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani disela sosialisasi, Selasa (14/1).

Nora menjelaskan, kondisi saat ini terdapat banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan dan di tikungan. Sehingga sangat membahayakan keselamatan.

Selain juga mengganggu ketertiban lalu lintas. Terlebih di areal Kuala Dua terdapat sejumlah objek penting seperti bandara, markas TNI Angkatan Udara, rumah sakit, dan sebagainya.

“Sehingga ini sangat membahayakan keselamatan pedagang juga. Selain tentu mengganggu aktivitas masyarakat pemakai jalan,” ujarnya.

Ia berharap kekompakan dari seluruh pedagang agar efektivitas pasar akan terasa. Namun sebaliknya, ketertiban yang diharapkan tidak akan tercapai.

Nora menegaskan secara aturan, pasar tidak diperbolehkan berada di tepi jalan raya. Dengan terkonsentrasinya pedagang di dalam sebuah bangunan pasar, maka penataan akan lebih mudah dilakukan. Selain itu di Pasar Keramat juga masih terdapat sisa lahan ke belakang.

“Jadi dari pemerintah tetap ada pembangunan secara bertahap. Supaya pelan-pelan pasar ini semakin besar. Itu dulu yang kita pegang,” sebutnya.

Ia menjelaskan, bangunan pasar merupakan milik pemerintah dan termasuk barang milik negara yang tidak boleh diperjualbelikan. Jadi masyarakat akan mendapatkan secara cuma-cuma dengan sistem undian. Warga diperkenankan berdagang selamanya di sana.

“Nanti kalau ternyata mungkin sudah pensiun atau uzur, untuk anaknya tidak apa-apa. Tetapi tidak boleh diperjualbelikan. Kalau ada yang tidak mau lagi jadi pedagang, cepat lapor ke instansi terkait. Jadi kita tetap prioritaskan pasar ini untuk masyarakat yang sudah jadi pedagang kemudian belum memiliki lapak,” jelasnya.(rio)