loading=

Puskesmas Teraju Beberkan Pasien Meninggal

Puskesmas Teraju Beberkan Pasien Meninggal
Puskesmas Teraju Beberkan Pasien Meninggal. Foto: ilustrasi

Sanggau, BerkatnewsTV. Kepala Puskesmas (Kapus) Teraju Kecamatan Toba menyampaikan klarifikasi terkait keluhan keluarga pasien atas kerusakan ambulance yang menyebabkan keterlambatan rujukan.

“Pasien datang ke IGD Puskesmas Teraju tanggal 8 Mei 2026 pukul 09.17 WIB dibawa oleh keluarga dengan keluhan terdapat benjolan di mulut membesar sudah beberapa bulan ini, semakin lama semakin membesar sehingga tiga hari sebelum masuk ke Puskesmas pasien mengalami kesulitan makan dan minum, dari mulut sering keluar darah dan nanah menurut pernyataan dari keluarga,” cerita Kepala Puskesmas Teraju, Ayan Susanto melalui releasenya yang diterima wartawan, Senin (11/5/2026).

Dikatakannya, awal kejadian pasien mengalami sariawan berwarna putih yang tidak sembuh-sembuh di lidah, pasien telah berobat ke Pustu dan Puskesmas sebelumnya dan diduga karena jamur. Karena tidak ada perubahan akhirnya keluarga membawa ke Rumah Sakit yang ada di Kuching untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan biopsi pasien di diagnosis dengan kanker lidah stadium 3 pada saat itu.

“Pihak keluarga tidak memberitahukan terkait diagnosis pasien tersebut. Pasien sudah diajak berobat oleh keluarga namun menolak, hingga akhirnya benjolan membesar dan mulai mengalami kesulitan makan dan minum. Pasien selama ini hanya diberikan ramuan kampung. Keluarga menerangkan mengenai penyakit pasien secara pribadi tanpa diketahui oleh pasien karena memikirkan mengenai psikologis pasien. Pasien diperiksa oleh dokter umum dan dokter gigi untuk tindakan apa selanjutnya,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjutnya, akhirnya diputuskan untuk dirujuk melalui IGD dikarenakan pasien sudah kesulitan untuk bangun dan mengalami nyeri. Pasien dipasangi infus dan telah diberi obat obatan untuk meredakan nyeri melalui suntikan.

Kemudian, dihari yang sama tepatnya pukul 10.51 WIB, dibuat dan dikirimlah rujukan dengan menggunakan SISRUTE sesuai dengan prosedur rujukan yang ada ke RSUD Soedarso dengan opsi pilihan RS lainnya seperti RSUD Sanggau dan RSUD Sultan Syarief Muhammad Alkadrie.

Baca Juga:

“Namun, respon RSUD Soedarso pada saat itu menyatakan ruangan yang diminta masih penuh dan diminta untuk menghubungi lagi pada shift berikutnya. Respon RS itu telah kami sampaikan ke keluarga sambil menunggu respon dari Rumah Sakit lainnya,” terangnya.

“Dihari yang sama, pukul 11.30 WIB datang salah satu keluarga pasien dengan membawa ambulance dan berbicara dengan nada tinggi kepada salah satu perawat kami yang bertugas saat itu. Keluarga pasien tersebut mempertanyakan masalah kenapa pasien ini lama dirujuk. Dipanggilah dokter untuk menjelaskan kembali mengenai masalah rujukan pasien tersebut,” sambungnya.

Ayan mengaku sudah menjelaskan bahwa rujukan telah dibuat dan sudah ada respon dari RSUD Soedarso bahwa rumah sakit masih penuh, namun pihak keluarga pasien tersebut tidak mau tahu menahu masalah tersebut. Pihak keluarga minta untuk pasien dibawa langsung ke Rumah Sakit tanpa adanya konfirmasi ulang dari Rumah Sakit.

“Kami jelaskan mengenai risiko jika dibawa tanpa konfirmasi kepada keluarga tersebut. Keluarga menerima risiko tersebut. Keluarga pasien kami minta untuk membuat/menandatangani surat pernyataan mengenai risiko dari rujukan tersebut tanpa konfirmasi ke Rumah Sakit. Keluarga menandatangani dan akhirnya pergi membawa pasien ke RSUD dengan ambulance yang mereka pinjam,” ungkapnya.

Dijelaskannya, mengenai ambulance Puskesmas Teraju pada saat kejadian memang sedang dalam upaya perbaikan di Pontianak. Untuk menanggulangi ketersediaan ambulance.

“Kami dari pihak Puskesmas sudah berkoordinasi dengan perangkat Desa Balai Belungai dan PT. SAP untuk meminjam ambulance desa atau perusahaan untuk merujuk pasien selama ambulance Puskesmas masih dalam perbaikan. Pihak keluarga sudah diberitahukan mengenai kondisi yang terjadi pada ambulance Puskesmas sebelum diantar ke Puskesmas untuk berkoordinasi mengenai bagaimana pasien tersebut dirujuk. Pihak keluarga juga sudah diberitahukan kembali ketika sudah berada di Puskesmas agar kami dapat berkoordinasi kembali dengan pihak yang memiliki ambulance. Namun pihak keluarga mengatakan tidak perlu karena mereka sudah menyewa ambulance sendiri dari Parindu,” pungkasnya menjelaskan.

“Kami mohon maaf jika masih belum bisa memberikan pelayanan yang prima, kami tetap berusaha untuk melakukan pelayanan dengan sebaik baiknya kepada seluruh pasien yang datang ke Puskesmas kami sesuai dengan prosedur yang ada,” pungkasnya. (pek)