loading=

Firman’s Group Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional

Firman's Grup Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional
PT Firman's Group melakukan survei pemetaan potensi lahan untuk tanaman bawang putih di Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang pada 23 - 25 April 2026. Foto: ist/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. PT Firman’s Group melakukan survei pemetaan potensi lahan untuk tanaman bawang putih di Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang.

PT Firman’s Group salah calon mitra strategis Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura untuk mencapai program swasembada bawang putih.

“Dalam peninjauan ini, kami bersinergi dengan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, serta didampingi secara langsung oleh tim survei ahli bawang putih dari China untuk memastikan standar dan kelayakan agronomis lahan yang optimal,” kata CEO PT Firman’s Group, Hendra Firmansyah kepada berkatnewstv, Selasa (28/4/2026).

Survei dilakukan pada 23 – 25 April 2026. Namun sebelumnya jajaran PT Firman’s Group bertemu langsung dengan Bupati Bengkayang Sebastinus Darwis dan Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal serta Bupati Landak Karolin Margret Natasa memaparkan tentang tanaman bawang putih untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim survei kami telah disambut dengan baik oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak beserta jajaran pemerintah daerah setempat. Sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif,” tambah Hendra.

Baca Juga:

Ia sebutkan berdasarkan hasil survei dan evaluasi teknis di lapangan, diperoleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Ketinggian lahan pada lokasi survei berada pada kisaran ±250 – 400 mdpl. Sehingga belum memenuhi kriteria teknis budidaya bawang putih yang umumnya memerlukan ketinggian di atas ±800 mdpl.
  2. Kondisi suhu lingkungan pada ketinggian tersebut relatif tinggi dan kurang sesuai dengan kebutuhan agroklimat tanaman bawang putih.
  3. Curah hujan di wilayah survei tergolong cukup dan berada dalam kisaran yang mendukung pertumbuhan tanaman bawang putih.
  4. Struktur dan jenis tanah pada lokasi survei secara umum tergolong baik dan memenuhi syarat untuk budidaya, dengan karakteristik tanah yang cukup gembur serta memiliki drainase yang relatif baik.
  5. Lokasi dengan ketinggian yang memenuhi syarat tersedia secara terbatas, namun belum didukung oleh infrastruktur yang memadai. Antara lain akses jalan, sarana transportasi, serta fasilitas penunjang budidaya dan distribusi.

“Berdasarkan hasil tersebut, dapat disampaikan bahwa lokasi di Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak belum dapat direkomendasikan sebagai lokasi prioritas untuk pengembangan Program Swasembada Bawang Putih Nasional,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan survei akan dilanjutkan pada lokasi alternatif yang memiliki potensi lebih sesuai. Yaitu di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 7 Mei 2026.(rob)