loading=

Sekilas Napak Tilas Pembentukan Kubu Raya, Perjuangan Tetap Abadi Lewat Buku Sejarah

Sekilas Napak Tilas Pembentukan Kubu Raya, Perjuangan Tetap Abadi Lewat Buku Sejarah
Ketua Yayasan Eksponen Tim Pemekaran/Pembentukan Kubu Raya, Suharso yang menyebut bahwa Almarhum Muhammad AW adalah salah satu motor penggerak sejak awal proses pemekaran dimulai pada tahun 2000.

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Salah satu nama besar dalam sejarah Napak Tilas Tim Pemekaran/Pembentukan Kabupaten Kubu Raya, Almarhum (Alm) Muhammad Abdul Wahab (AW), menghembuskan napas terakhir pada usia 74 tahun. Bagi para tokoh masyarakat, sosok Almarhum Muhammad AW dikenal sebagai figur sentral yang sangat berpengaruh dalam memperjuangkan Otonomi Daerah, yang kini dirasakan seluruh masyarakat Kubu Raya.

Jejak perjuangan almarhum kembali dikisahkan oleh Ketua Yayasan Eksponen Tim Pemekaran/Pembentukan Kubu Raya, Suharso yang menyebut bahwa Almarhum Muhammad AW adalah salah satu motor penggerak sejak awal proses pemekaran dimulai pada tahun 2000.

Menurut Suharso, perjalanan mewujudkan Kubu Raya sebagai daerah otonom bukanlah proses yang singkat. Perjuangan itu dimulai dari Pemerintah Daerah Mempawah, berlanjut hingga berbagai kementerian di pemerintah pusat, bahkan sampai menapakkan kaki di parlemen Jakarta.

Pada masa itu, Kubu Raya yang masih bernama “Kubu” bukan satu-satunya daerah yang ingin dimekarkan. Tercatat lebih dari seratus daerah mengajukan pemekaran, termasuk Papua, Sumatera, dan Aceh, sebelum akhirnya disaring menjadi hanya 76 daerah.

Namun perjuangan untuk Kubu saat itu menghadapi tantangan besar, terutama karena wilayah ini memiliki tiga tahta kekuasaan: Kerajaan Kubu, Mempawah, dan Landak.

2003: Titik Balik Semangat Baru

“Fase pertama penuh hambatan. Kemudian pada 2003, kami kembali menyusun semangat dengan memperkuat tim dari eksekutif Mempawah serta dorongan tokoh masyarakat dan tokoh politik Kalbar,” jelas Suharso diwawancarai berkatnewstv Jumat (12/12).

Pada tahap itu, nama Kubu berubah menjadi Suka Raya, yang mencakup lima kecamatan. Namun empat kecamatan di antaranya menolak karena merasa tidak diakomodir, lalu menggelar Deklarasi Sungai Raya. Dari sinilah terbentuk Forum Desa beranggotakan 117 desa, dengan ketuanya adalah Alm. Muhammad AW.

“Kehadiran forum inilah yang menjadi energi baru perjuangan pemekaran,” timpalnya.

Baca Juga:

Setelah perjuangan panjang selama bertahun-tahun, pada 17 Juli 2007, DPR RI resmi mengesahkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Kubu Raya. Penetapan daerah otonom ini kemudian dilaksanakan pada 10 Agustus 2007, membuka babak baru bagi masyarakat Kubu Raya.

“Kita sadar, tidak semua generasi memahami bahwa pembentukan Kubu Raya ini memiliki roh perjuangan yang dipenuhi pengorbanan waktu, tenaga, pemikiran bahkan biaya,” ujar Suharso.

Ia pun menekankan pentingnya menjaga memori sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.

Perlunya Panduan Sejarah Kubu Raya

Suharso yang juga pelaku sejarah terbentuknya Kabupaten Kubu Raya ini, menilai bahwa data konkret dan kisah napak tilas harus disajikan kepada publik, tanpa ditunggangi kepentingan apa pun. Banyak tokoh telah wafat dan sebagian telah pensiun, sehingga semakin penting untuk mendokumentasikan perjalanan sejarah tersebut.

“Kita perlu membuat panduan agar sejarah Kubu Raya tidak tergerus dan tetap diingat oleh siapa pun,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghormatan, Suharso mengusulkan agar nama Almarhum Muhammad Abdul Wahab diabadikan sebagai nama jalan atau gedung di Kabupaten Kubu Raya.

“Mungkin juga nama gedung baru bisa diberi nama Muhammad AW, agar perjuangan beliau dikenang banyak orang. Beliau adalah salah satu tokoh kunci pembentukan Kabupaten Kubu Raya,” tambahnya.

Kepergian Almarhum Muhammad AW meninggalkan duka mendalam, namun jasa dan perjuangannya akan terus terpatri dalam sejarah Kubu Raya sebagai pilar perjuangan otonomi yang kini dapat dinikmati seluruh masyarakat.(dian)