Kubu Raya, BerkatnewsTV. Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) mencium aroma praktek bancakan dalam menginput daerah penerima manfaat program MBG.
Ketua Satgas MBG Kubu Raya, Yusran Anizam mengungkapkan masih banyak desa yang belum mendapat program MBG lantaran tidak masuk dalam sistem di Badan Gizi Nasional (BGN).
“Contoh kenapa ada desa di Kubu Raya yang belum di input ke dalam sistem MBG,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Kemudian, contoh perbuatan yang sengaja dibuat-buat lainnya, justru kebalikannya daerah penerima manfaat MBG tidak di input ke dalam sistem padahal desa-desa nya sudah diinput ke dalam sistem MBG.
“Ini ada apa? Terus terang kami dari Satgas menaruh kecurigaan terhadap sistem input menginput ini menjadi bancakan dari pihak-pihak yang mungkin mau memanfaatkan peluang situasi ini. Dan akan kami tertibkan,” tegasnya.
Baca Juga:
- 17 Februari, Dapur MBG di Kubu Raya Mulai Beroperasi
- 8 SPPG Dihentikan Sementara, Satgas MBG Harus Tegas
Meski begitu, Kasatgas MBG Yusran tetap berharap kepada koordinator wilayah (Korwil), SPPG hingga para mitra pelaksana, bersama-sama menyatukan persepsi mensukseskan visi misi program MBG ini. Agar kendala dilapangan dapat diperkecil bersama-sama.
“Jangan ada lagi kendala maupun tantangan yang sengaja dibuat-buat,” kembali ia tegaskan.
Selain itu, Kasatgas MBG yang juga Sekda Kubu Raya ini menyambut positif dipilihnya Kepala BGN yakni Nanik Sudaryati Deyang oleh Presiden Prabowo Subianto usai terseretnya kasus MBG disaat eks kepala BGN dijabat Dadan Hindayana.
Menurut Yusran keputusan Presiden mengganti kepala BGN dianggap tepat. Dan memang di manajemen struktur BGN pusat perlu dilakukan optimalisasi lagi.
“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan baru ini kita lebih maksimal lagi dalam menyukseskan PSN MBG di Kubu Raya,” lanjutnya. (dian)













