Jembatan Penanjung saat ini kondisinya mengkhawatirkan. Beberapa lantai yang terbuat dari papan tampak mulai patah. Paku-paku juga bermunculan dan cukup membahayakan. Foto: Gunawan

Sekadau, BerkatnewsTV. Jembatan Penanjung saat ini kondisinya mengkhawatirkan. Beberapa lantai yang terbuat dari papan tampak mulai patah. Paku-paku juga bermunculan dan cukup membahayakan.

Meski tidak lagi menjadi sarana transportasi utama, namun jembatan tersebut masih sering dilewati kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.

Jembatan ini mengandung nilai historis dan estetika sehingga masih menjadi daya tarik.

Kepala Dinas PUPR Sekadau, Akhmad Suryadi mengatakan jembatan gantung Penanjung merupakan salah satu aset yang masuk kategori non status. Artinya, Pemkab Sekadau diperbolehkan jika ingin mengalokasikan dana untuk revitalisasi ataupun perawatan jembatan tersebut.

“Untuk perawatan, akan menjadi perhatian Pemkab Sekadau dalam fungsional jembatan tersebut,” ujar Akhmad Suryadi saat dikonfirmasi, Senin (13/1) siang.

Namun demikian, perawatan jembatan gantung Penanjung belum dapat dilakukan dalam waktu dekat ini karena belum masuk dalam APBD 2020. “APBD 2020 sudah disahkan,” jelas Akhmad.(gun)