Ditetapkan Tersangka, Kejari Pontianak Tahan Pimpinan PT Asuransi Jasindo

Dua orang pucuk pimpinan PT Asuransi Jasindo yang ditahan di Rutan Klas II A Pontianak pada Kamis (8/8) pagi. Keduanya yakni DS selaku Kepala Divisi Klaim Asuransi Jasindo Kantor Pusat dan RTW selaku Direktur Teknik dan Luar Negeri Asuransi Jasindo Kantor Pusat. Foto: Ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Kejari Pontianak melakukan penahanan terhadap dua orang pucuk pimpinan PT Asuransi Jasindo pada Kamis (8/8) pagi. Keduanya yakni DS selaku Kepala Divisi Klaim Asuransi Jasindo Kantor Pusat dan RTW selaku Direktur Teknik dan Luar Negeri Asuransi Jasindo Kantor Pusat.

“Keduanya ditetapkan sebagai tersangka bersama tersangka MTB selaku Kepala Cabang PT Asuransi Jasindo Pontianak dalam perkara dugaan tipikor proses dan pencairan pembayaran atas klaim tenggelamnya kapal tongkang Labroy 168 di perairan Kepulauan Solomon,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pontianak Juliantoro, Kamis (8/8).

Dengan menggunakan rompi orange, kedua pimpinan PT Asuransi Jasindo pusat itu langsung dibawa dan ditahan di Rutan Klas II A Pontianak untuk menjalani penahanan selama dua puluh hari kedepan.

Peristiwa tenggelamnya kapal tongkang Labroy 168 terjadi pada bulan Oktober 2014 dan baru diajukan klaimnya pada tahun 2016. Pembayaran klaim terjadi pada Desember 2018.

“Ketiganya ditetapkan tersangka setelah penyidik Kejari Pontianak dipimpin Kajati Kalbar dan Kajari Pontianak menggelar ekspose guna penetapan tersangka,” tambah Juliantoro.

Adapun modus operandi para tersangka sambung Juliantor yakni melakukan perbuatan korupsi dengan memproses secara tidak cermat dan tidak dilakukan verifikasi atas berkas permintaan pencairan klaim tenggelamnya Kapal Tongkang Labroy 168 yang diajukan PT Pelayaran Bintang Kapuas Armada.

“Sehingga negara dirugikan sebesar kurang lebih Rp 4,7 miliar,” ucapnya.

Juliantoro menyebutkan dalam kasus ini masih terbuka peluang adanya tersangka baru sambil menunggu hasil pemeriksaan dari saksi saksi dan para tersangka.

“Untuk tersangka MTB hari ini tidak hadir atas panggilan pemeriksaan oleh penyidik dengan alasan ada urusan kantor untuk itu dijadwalkan pada pemeriksaan minggu depan,” pungkasnya.(rob)

Tulis Komentar