Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya nyaris mengancam gedung SMAN 4 Sui Raya.
Kapolres Kubu Raya turun langsung ke garis depan, bersama BNPB, relawan dan stekholder terkait, ia memimpin aksi penyekatan bertarung melawan angin dan kepulan asap pekat demi memastikan api tak menyeberang dan melahap tempat belajar para siswa.
Tak jauh dari sana, pertempuran serupa berkecamuk di depan Perumahan Candramidi, Jalan Cendrawasih, RT 004/RW 002, Dusun 1 Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya III. Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Sihar Lumbantoruan, bahu-membahu bersama relawan Manggala Agni dan pemadam swasta.
Baca Juga:
- Karhutla Mulai Marak, Muda Kaget Lihat Rumah Nyaris Terbakar
- ODGJ Bakar Sampah Nyaris Sebabkan Karhutla
“Dua lokasi di Sungai Raya dan Rasau Jaya sudah kami upayakan pemadaman, pendinginan serta penyekatan bersama BNP, Manggala Agni, pemadam swasta, relawan dan stekholder terkait. Secara visual api memang berhasil dipadamkan, tapi perut gambut masih menyimpan bara dan menyebarkan asap pekat,” ujar Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, Kamis (23/7/26).
Ade menegaskan, pertempuran di lapangan mulai dari memotong jalur api, penyekatan, hingga pendinginan berjam-jam bukan sekadar pemenuhan kewajiban dinas. Langkah ini adalah bentuk kepedulian membentengi kehidupan warga dari ancaman bencana ekologis yang berulang.
“Setiap meter lahan yang kami siram adalah upaya menyelamatkan rumah warga dari kepungan api dan menjaga anak-anak kita agar tetap bisa menghirup udara segar. Kami minta ketidakpedulian ini dihentikan. Siapa pun yang sengaja bermain-main dengan api di atas tanah ini, akan kami tindak tegas tanpa kompromi,” tegasnya.
Di bawah cengkeraman terik dan baunya asap gambut, para petugas tetap bertahan di lokasi sampai saat ini. Mereka menyisir sisa-sisa bara yang tersembunyi di kedalaman tanah, memastikan tak ada lagi letupan api baru yang lahir dari ketidakpedulian manusia.(tmB)













