Pontianak, BerkatnewsTV. PT Pertamina Patra Niaga Kalbar telah memblokir ribuan barcode yang disalah gunakan oleh oknum sopir untuk mengisi BBM subsidi.
“Kami sudah melakukan pemblokiran barcode yang digunakan untuk kepentingan lain, tidak digunakan untuk kendaraan logistik. Ribuan barcode diblokir tidak bisa digunakan lagi dan itu terbukti disalah gunakan,” ungkap Sales Area Manager (SAM) PT Pertamina Patra Niaga Kalbar, Widhi Tri Adhi Hidayat.
Ditegaskan Widhi ketentuan barcode hanya bisa digunakan untuk satu kendaraan. Namun yang terjadi ditemukan untuk satu kendaraan. Bahkan, ada yang menjual atau dibeli di market place.
“Dan kami sudah tegaskan kepada operator SPBU agar menolak kendaraan yang bukan barcodenya. Meskipun tidak jarang terjadi gesekan antara operator dengan pelangsir,” ungkapnya.
Pertamina sambung Widhi terpaksa memblokir barcode-barcode tersebut. Akan tetapi Pertamina memberikan kesempatan kepada sopir untuk membuka Kembali barcode yang diblokir.
Baca Juga:
- Gubernur Kalbar Perintahkan Pertamina Kumpulkan Pengusaha SPBU
- Demo Kesulitan Solar, Sopir Ungkap Keterlibatan SPBU, Pelangsir Hingga Oknum Aparat
“Kami membuka layanan kepada asosiasi atau sopir untuk membuka kembali barcode yang terblokir karena disalah gunakan tadi,” imbaunya.
Langkah ini dilakukan Pertamina lantaran banyaknya pengaduan dari para sopir truk logistik yang barcodenya digunakan oleh orang lain untuk mengisi BBM subsidi jenis solar. Ini menjadi salah satu modus pelangsir untuk mendapatkan solar subsidi di SPBU.
“Seperti barcode saya ternyata ada yang gunakan di SPBU Sanggau. Begitu saya mau isi solar di SPBU lain sudah tidak bisa karena sudah yang menggunakannya. Jadi, saya minta diblokir,” ungkap salah satu sopir saat demo di Kantor Gubernur Kalbar pada Senin (27/7/2026).
Gubernur Kalbar Ria Norsan menilai penyalah gunaan barcode telah melanggar aturan yang dibuat oleh Pertamina.
“Pertamina harus tegas kepada SPBU jika masih ada yang melayani barcode bukan kendaraannya,” tegasnya.(rob)













