Singkawang, BerkatnewsTV. Organda Kalbar menginisiasi sosialisasi Surat Edaran Gubernur Kalbar tentang penggunaan BBM subsidi dan non subsidi bagi para pelaku usaha di Kalbar.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Singkawang pada Rabu (22/7/2026) itu mendapat antuasias dari para pengusaha SPBU maupun perwakilan para supir serta pengurus Organda dari 4 kabupaten di wilayah utara Kalbar. Hadir juga Sales Brand Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Kalbar Wilayah Fuel I, Irsan Firdaus Gasani, jajaran Pemkot dan Polres Singkawang.
“Diharapkan dengan sosialisasi edaran Gubernur Kalbar ini diharapkan penggunaan BBM subsidi bisa tepat sasaran dan lebih tertuju bagi pengguna yang sebenarnya. Kami ingin bantu pemerintah supaya masyarakat tidak terbebani dengan isu-isu liar yang tidak benar,” kata Sekretaris DPD Organda Kalbar, Matruji.
Diakui Matruji, masih banyak keluhan dari anggota Organda di seluruh Kalbar yang kesulitan mendapatkan BBM Subsidi. Sementara anggota Organda Kalbar lebih banyak membutuhkan BBM untuk membawa dan mengangkut barang-barang seperti sembako.
“Diperkirakan ada sekitar 30 -35 persen dari total 8 ribu anggota Organda se-Kalbar yang belum terakomodir BBM Subsidi. Kesulitan mendapat BBM ini lebih banyak di wilayah hulu,” ungkapnya.
Permasalahannya sambung Matruji, keterlambatan distribusi ke SPBU maupun penyimpangan oleh oknum untuk kepentingan bisnis ke industri perkebunan.
Baca Juga:
- Sumarno Pimpin Organda Singkawang, Dituntut Beradaptasi Perubahan Moda Transportasi
- Pemda Wajib Tahu, Ini 14 Point Rekomendasi Organda Kalbar
“Karenanya menjadi tugas kita bersama untuk sosialisasikan edaran Gubernur Kalbar sehingga kedepan distribusi BBM lebih baik dan meminimalisir terjadinya penyimpangan,” ucapnya.
Sementara itu Sales Brand Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Kalbar Wilayah Fuel I, Irsan Firdaus Gasani apresiasi masukan dan saran dari peserta.
“Salah satu masukannya yaitu operasi Bersama untuk mengantisipasi tidak ada mobil yang mengisi ulang BBM karena dinilai dapat disalah gunakan,” katanya.
Ia akui memang kerap terjadi penyimpangan penggunaan BBM di lapangan yang dilakukan oleh oknum-oknum.
“Memang kami akui masih ada kebocoran. Seperti penggunaan barcode yang dipinjam-pinjamkan. Karenanya kami berusaha mencegahnya. Tentu ini harus didukung dan dibantu oleh rekan-rekan yang lain salah satu nya dari Organda,” harapnya.
Sales Area Retail Kalbar melayani 2 kota dan 12 kabupaten di Kalbar. Terdapat 291 lembaga penyalur BBM dan 156 LPG di Kalbar.
Untuk SPBU sebanyak 150 unit dan SPBU 3T sebanyak 73 unit. Sedangkan Pertashop sebanyak 42 unit, Agen PSO sebanyak 117 serta Agen NPSO sebanyak 25.(rob)













