Pontianak, BerkatnewsTV. Semakin hari jumlah titik panas kian bertambah. Hingga Kamis (30/7/2026), BMKG mendeteksi jumlah titik panas di Kalbar mencapai 259 titik tersebar di seluruh kabupaten/ kota.
Banyaknya titik panas berujung terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda hamper di seluruh Kalbar.
“Kami mengingatkan potensi karhutla masih tinggi terjadi hingga tanggal 5 Agustus 2026,” kata Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, Kamis (30/7/2026).
Memang disebutkannya, potensi hujan dapat terjadi namun masih bersifat hujan ringan dan sedang yang tidak merata. Sehingga belum dapat memadamkan api jika terjadi karhutla.
“Meskipun begitu tim di seluruh kabupaten/kota tetap siaga jika mendapatkan laporan terjadi karhutla,” ucapnya.
Baca Juga:
Daniel akui, kendala yang dihadapi tim saat melakukan pemadaman api adalah minimnya sumber air di lokasi.
“Sehingga tim harus mendapatkan air dari lokasi yang jauh. Akibatnya, proses pemadaman menjadi lama. Kasihan teman-teman di lapangan terpaksa harus berjam-jam bahkan hingga subuh untuk melakukan pemadaman,” tambahnya.
Namun, tim satgas Udara tambah Daniel juga turut serta membantu melakukan pemadaman di siang hari dengan melakukan water bombing.
“Ada lima unit helicopter yang tugasnya melakukan patrol sekaligus water bombing jika ditemukan karhutla,” jelasnya.
Helikopter tersebut patrol setiap hari yang jam patrolinya sudah diatur secara bergiliran di seluruh Kalbar.(rob)













