loading=

IAIN Pontianak Ikut Serta dalam BIAF 2026 di UIN Antasari Banjarmasin

Mahasiswa IAIN Pontianak Raih Penghargaan Pada BIAF 2026 di Banjarmasin
Kontingen IAIN Pontianak pada Ajang BIAF 2026 di UIN Antasari Banjarmasin

Pontianak, BerkatnewsTV. Sebanyak 31 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak turut serta dalam ajang Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026 yang diselenggarakan di UIN Antasari Banjarmasin pada 17-18 September 2026.

BIAF yang awalnya bernama BUAF (Borneo Undergraduate Academic Forum) merupakan konferensi ilmiah yang digagas oleh 4 PTKIN di Kalimantan dan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016 di IAIN Pontianak.

“Kalau untuk BIAF ini tahun pertama kita. Karena sebelumnya itu namanya BUAF. Jadi, kalau yang sekarang ini mahasiswa dari S2 dan S3 juga bisa ikut. Tapi, kalau untuk pelaksanaannya sendiri, ini sudah yang ke 10. Karena pertama kali itu tahun 2016, disini (IAIN Pontianak) dilaksanakannya,” ujar Prof. Dr. Zaenuddin, MA., selaku Wakil Rektor III IAIN Pontianak saat pelepasan peserta BIAF Delegasi IAIN Pontianak, Senin (14/9).

Konferensi yang dilaksanakan pada tahun ini pun terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari adanya partisipan yang ikut secara online, hingga keikutsertaan mahasiswa dari jenjang S2 dan S3 baik dari 4 PTKIN di Kalimantan juga mahasiswa dari kampus-kampus lainnya.

Baca Juga:

Dilansir dari laman resmi IAIN Pontianak, sebanyak 20 dari 31 mahasiswa yang ikut berhasil meraih penghargaan dari beberapa kategori. Kategori tersebut dibagi menjadi 2, yaitu berdasarkan tulisan (paper) dan penampilan (performance) bagi peserta offline maupun online.

“Awalnya saya merasa takut dan cukup deg-degan karena ini merupakan pengalaman pertama saya. BIAF 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk belajar lebih percaya diri, berani menyampaikan hasil penelitian, serta bertemu dan belajar dari orang-orang dengan berbagai perspektif,” ungkap salah seorang peserta bernama Yasinta dari Prodi Studi Agama-Agama.

Yasinta juga berharap semoga pengalaman ini menjadi langkah awal baginya untuk terus belajar, menulis, dan berani mengikuti forum akademik lainnya di masa depan.

“BIAF 2026 jadi pengalaman yang bukan cuma mempertemukan Putri dengan banyak gagasan dan orang-orang hebat, tapi juga mengajarkan bahwa sebuah tulisan bisa menjadi awal dari percakapan yang lebih besar. Pulang dari Banjarmasin, Putri merasa membawa lebih dari sekadar penghargaan dan pengalaman, ada ilmu, relasi, dan semangat baru untuk terus menulis, berpikir, dan berani membawa gagasan lebih jauh lagi,” ungkap peserta lainnya bernama Putri Wulandari dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah.

Putri juga bersyukur karena menjadi salah satu penerima Penghargaan “The Best Title” yang menjadi kejutan sekaligus pengingat untuk dirinya bahwa proses kecil yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dapat membawa arti.