Kubu Raya, BerkatnewsTV. Badan Gizi Nasional (BGN) dukung Kasatgas program MBG ambil tindakan jika terjadi kejadian makanan tidak layak konsumsi apalagi mengakibatkan sakit usai konsumsi maka dapur SPPG dapat ditindak berupa suspend atau diberhentikan sementara.
Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya telah hadir aplikasi khusus yakni Review MBG yang dapat diakses penerima manfaat MBG yakni guru sekolah.
Dengan aplikasi ini, penerima manfaat dapat langsung memberikan laporan berupa ketepatan waktu pendistribusian makanan, aroma makanan, kemudian rasa makanan.
“Dan yang keempat variasi makanan,” lanjut Sony Sanjaya kepada wartawan usai Sinergi Ekonomi Kerakyatan Pemberdayaan BUMDes, dan Koperasi untuk penguatan rantai pasok dalam mendukung program MBG, Selasa (12/5/2026).
Aplikasi ini sebagai komitmen para penyelenggara program MBG agar tidak terulang lagi kejadian yang menonjol. Apalagi berdampak hingga sanksi suspend pada dapur SPPG.
Menurut Sony kebanyakan kejadian menonjol ini berupa mengabaikan standar operasional terhadap gizi pangan menjadi pemicu utama sejumlah dapur SPPG diberhentikan sementara atau suspend.
Baca Juga:
“Saya kira sudah menjadi transparan, ketika ada kejadian menonjol suspend atau diberhentikan operasional sementara,” tambahnya.
Meski begitu pihak BGN kata Sony Sanjaya masih memberikan pilihan kepada pemilik dapur SPPG dengan cara melengkapi sarana dan prasarana jika tidak lengkap. Diantaranya memiliki lemari pendingin sebagai tempat sampel makanan.
“Apabila sudah diperbaiki kemudian mitra bersurat kepada BGN bahwa sudah melakukan perbaikan dan tim BGN mengecek kembali untuk dilanjutkan operasional dapur itu kembali,” terangnya.
Secara keseluruhan BGN mencatat ada 1,25 juta relawan yang menjadi mitra dari BGN sedangkan Kalimantan Barat memiliki 508 SPPG yang telah terferivikasi dengan rincian 490 beroperasional dan 18 masih tahap persiapan.
Sony Sanjaya menyatakan program MBG mampu menyerap tenaga kerja secara massif dan mampu menggerakkan ekonomi diwilayah-wilayah SPPG berdiri.
“Alhamdulillah di Kalbar ini sudah ada 508 SPPG dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2 ribu orang tenaga kerja yang tergolong masuk tingkat kemiskinan ekstrem,” pungkasnya. (dian)













