Kubu Raya, BerkatnewsTV. Fenomena beralih profesi atau eksodus, para petani dari komoditas pangan seperti padi, palawija, dan hortikultura ke perkebunan kelapa sawit merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari.
Dari sisi ekonomi, sawit dinilai lebih menjanjikan karena mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengemukakan para petani yang beralih ke sawit tidak bisa disalahkan.
“Dengan sawit mereka bisa menyekolahkan anak, menabung, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tujuan negara pada akhirnya juga untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya saat panen raya Selasa (14/7/2026).
Sujiwo menilai ada persoalan mendasar yang harus dibenahi, yakni minimnya kehadiran pemerintah dalam mendampingi petani selama ini. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian beserta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lebih banyak turun ke lapangan bertemu langsung kebutuhan petani.
Baca Juga:
- Maksimalkan Peran PPL Pertanian dan Nelayan
- 28 Ribu Ha Lahan Pertanian Tumpang Tindih Program Tiga Juta Rumah
“Saya minta Kepala Dinas Pertanian sering berada di lapangan. Temui kelompok tani, tanyakan apa persoalannya, apa yang mereka butuhkan. Apakah pupuk, pestisida, racun tikus, alat dan mesin pertanian, atau kebutuhan lainnya,” tegasnya.
Pemerintah daerah akan tetap memberikan perhatian terhadap sektor pertanian meski di tengah keterbatasan anggaran. Bahkan, ia mengaku siap menggandeng berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan petani.
“Dengan segala keterbatasan anggaran, saya akan tetap memberikan atensi. Saya juga akan mengajak sahabat-sahabat untuk membantu jika ada kebutuhan yang nilainya tidak terlalu besar,” lanjutnya.
Dari kacamatanya sisi pemetaan lahan yang masih produktif harus dipertahankan, sementara kelompok tani yang aktif harus menjadi prioritas pembinaan dan bantuan. Maka sektor pertanian akan bangkit.
“Kuncinya adalah pemetaan. Mana lahan produktif yang harus dipertahankan, mana kelompok tani yang benar-benar aktif dan perlu mendapat perhatian,” katanya.(dian)













