loading=

Amini Maros Kasih Nilai 9 Masakan Kawanua, Terasa Nendang di Perut

Amini Maros Kasih Nilai 9 Masakan Kawanua, Terasa Nendang di Perut
Kepala Badan Kesbangpol Kubu Raya, Amini Maros setelah menikmati masakan kawanua memberikan nilai 9 Ketika hadir di halal bihalal Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kubu Raya pada Sabtu (18/4/2026). Foto: berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Warga keturunan Minahasa Sulawesi Utara yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kubu Raya menggelar halal bihalal Idulfitri pada Sabtu (18/4/2026).

Dengan mengedepankan toleransi dan harmonisasi, suasana halal bihalal berlangung penuh keakraban dan persaudaraan. Terlihat hadir sejumlah tonaas/ penasihat, warga kawanua termasuk Kepala Badan Kesbangpol Kubu Raya, Amini Maros.

Menariknya, ciri khas dari tanah leluhur ditampilkan pada acara halal bihalal. Seperti tarian lenso yang dibawakan muda-mudi kawanua. Beberapa menu makanan yang disajikan. Mulai dari sop brenebon, ayam rica, ikan woku, sayur bunga papaya, nasi daun, sambal dabu-dabu hingga kukis apang dan cucur.

Lezat dan nikmatnya masakan kawanua ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kesbangpol Kubu Raya, Amini Maros.

“Bagaimana rasanya pak makanan manado ini. Berapa nilainya,” tanya Pembawa Acara (MC) Dessy Torondek.

“Oh luar biasa, nilainya 9. Terasa nendang di perut. Apalagi sambalnya (dabu-dabu), mantap,” jawab Amini Maros setelah menikmati hidangan di meja.

Amini Maros mengaku sudah dua kali menginjakan kaki ke tanah Nyiur Melambai Sulawesi Utara dalam rangka kunjungan kerja beberapa tahun silam.

“Sudah dua kali ke sana. Memang enak-enak makanannya. Sudah lama tidak pernah coba, nah sekarang baru bisa merasakan makanan manado ini,” tuturnya.

Baca Juga:

Kesempatan itu, Amini Maros apresiasi halal bihalal yang diselenggaarakan Kerukunan Keluarga Kawanua dengan mengusung tema merajut silaturahmi merawat toleransi dan harmonisasi di tengah keberagaman.

“Luar biasa tema ini. Ini lah yang menjadi simbol Kesbangpol selama ini. Indahnya perbedaaan meskipun berbeda suku dan agama. Saya dari Minang tapi begitu saya berada di Kawanua, saudara saya semakin banyak dan bertambah lagi,” ucapnya.

Ia berharap, KKK tetap menjadi garda terdepan dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina DPD KKK Kubu Raya, Butje Verry Wurangian menyambut positif halal bihalal yang pertama kali dilaksanakan.

“Sepengetahuan saya selama ini memang belum pernah ada. Semoga ini dapat terus diagendakan setiap tahun,” harapnya.

Tonaas Kawanua Kalbar yang dua kali menjabat Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Mapalus (KKKM) Pontianak 2007 – 2010 dan 2010 – 2013 ini berpesan agar Kerukunan Keluarga Kawanua Kubu Raya dapat menjadi jembatan pemersatu bagi warga keturunan Minahasa di Kubu Raya.

“Mungkin masih ada warga Kawanua yang belum bergabung, coba dirangkul dan diajak untuk bersama-sama kita bersatu di KKK ini. Apapun agama dan latar belakangnya bahwa torang samua basudara,” pesannya.

Butje juga berharap kehadiran dan terbentuknya KKK Kubu Raya dapat membuat program inovatif yang memiliki nilai positif bagi warga Kawanua dan masyarakat Kubu Raya. Karena ini bagian cermin dari falsafah masyarakat Minahasa Sitou Timou Tumou Tou, Manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.(tmB)