Singkawang, BerkatnewsTV. Para pejabat negara yang hadir di Festival Cap Go Meh menilai Singkawang merupakan etalase keberagaman Indonesia yang dapat menyatukan perpaduan lintas budaya. Sehingga tidak heran, kota Seribu Kelentang ini mendapat predikat sebagai Kota Tertoleran di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebut Singkawang sebagai melting pot dan etalase keberagaman Indonesia.
“Festival Cap Go Meh ini bukan hanya ekspresi tradisi dan budaya yang luhur, tetapi sebuah testament bahwa Indonesia selalu dihadapkan pada keberagaman dan kita harus menjadikannya sebagai kekuatan,” ujarnya saat hadir menyaksikan parade tatung di Festival Cap Go Meh Singkawang, Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia diharapkan tetap kokoh dengan memperkuat persatuan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Perayaan bertema “Harmoni Imlek Nusantara” ini diharapkan semakin memperkuat posisi Singkawang sebagai kota toleransi yang terus berkembang menjadi kota modern tanpa meninggalkan karakter budaya yang kuat.
Baca Juga:
- Tarian Multi Etnis Tampil di Cap Go Meh Singkawang
- Pejabat Negara Terkesima Saksikan Atraksi 727 Tatung di Cap Go Meh Singkawang
Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang turut juga hadir menyampaikan ekspresinya melihat atraksi budaya yang ditampilkan menggambarkan perpaduan budaya Tionghoa, Melayu, dan Dayak yang hidup berdampingan secara harmonis.
“Saya mengapresiasi kemeriahan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dalam gelaran tersebut,” ujarnya.
.
Tito sebukan Singkawang sebagai salah satu kota yang mampu menjaga toleransi dengan sangat baik di tengah keberagaman. Keberagaman latar belakang masyarakat terlihat jelas dalam perayaan tersebut.
Warga dari berbagai keturunan seperti Tionghoa, Melayu, maupun suku lainnya berbaur dalam suasana yang harmonis. Momentum perayaan Imlek dan Cap Go Meh tersebut menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat yang saling menghormati.
“Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan satu kelompok etnis atau agama. Saya mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kepanitiaan maupun dukungan terhadap rangkaian acara. Semangat saling menghargai yang ditunjukkan masyarakat Singkawang sejalan dengan praktik toleransi di berbagai momentum keagamaan lain di Indonesia,” pungkasnya.(rob)













