Warga terlihat ramai mencari makanan dan minuman untuk betbuka di salah satu pasar Juadah di Kota Sanggau.
Warga terlihat ramai mencari makanan dan minuman untuk betbuka di salah satu pasar Juadah di Kota Sanggau. Foto: pek

Sanggau, BerkatnewsTV. Sudah menjadi tradisi saat bulan suci Ramadan adalah bermunculannya pasar juadah. Keberadaan mereka tak bisa dipungkiri sangat membantu tersedianya makanan maupun minuman untuk berbuka puasa.

Seperti yang terlihat di Kota Sanggau, pasar Juadah terlihat hampir disetiap sudut Kota. Pembelinya pun membludak.

“Cukup ramai. Hari ini saya ingin cari gorengan untuk berbuka, ditambah kurma dan minuman dingin,” kata Ida, salah satu ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar Juadah pasar Sentrali, Rabu (14/4).

Sementara itu, Camat Kapuas Jemain meminta aktifitas di pasar Juadah wajib memperhatikan protokol kesehatan. Hal itu untuk menghindari penularan Covid-19 di Sanggau.

“Pemerintah sudah memberikan imbauan. Nanti dari Kecamatan kami akan meminta Lurah untuk memantau langsung aktifitas di pasar Juadah.

Baca Juga:

Dikatakan Camat, selain prokes kesehatan juga harus diperhatikan penyajian makan dan minuman tertutup, bersih, tidak berkarat serta setiap makanan dan minuman tidak boleh lebih dari enam jam dan memasang batas antara penjual dan pembeli dengan tabir plastik.

“Itu untuk pedagangnya ya, untuk pembeli juga ada. Diantaranya wajib pakai masker, mengantri dengan jarak 1-1,5 meter dengan pembeli yang lain, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tidak membawa anak dibawah 9 tahun dan lansia diatas 60 tahun. Baik pedagang ataupub pembeli jka mengalami batuk, pileg hingga demam sebaiknya dirumah jangan keluar,” ungkapnya mengingatkan.

Tokoh pemuda Sanggau Abdul Rahim mengatakan mengimbau juga yang sama.

“Silakan beraktifitas seperti biasa, pemerintah pun tidak pernah melarang, hanya saja protokol kesehatannya tetap diperhatikan, apalagi di pasar juadah biasanya terjadi kerumunan sehingga harus diwaspadai penularan Covid-19,” ungkapnya.(pek)