Wakil Ketua KPK RI bersama Kepala BKPK Kalbar, Bupati Kubu Raya dan Dirut Bank Kalbar menyaksikan penerapan transaksi nontunai di Desa Parit Baru.
Wakil Ketua KPK RI bersama Kepala BKPK Kalbar, Bupati Kubu Raya dan Dirut Bank Kalbar menyaksikan penerapan transaksi nontunai di Desa Parit Baru. Foto: Alan

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kepala Desa Parit Baru, Musa menyatakan transaksi nontunai dengan aplikasi CMS saat ini yang terbaik dalam pengelolaan keuangan desa.

“Sebab ini menjadikan kami lebih aman. Aman untuk kepala desa dan aman untuk uang masyarakat. Ini bisa terlacak di rekening koran yang diawasi langsung oleh Inspektorat jika ada penyelewengan,” jelasnya.

Bahkan Musa menilai transaksi nontunai memotivasi kepala desa untuk lebih transparan dan akuntabel kepada masyarakat yang semakin kritis.

Direktur Utama Bank Kalbar Samsir Ismail menyatakan pihaknya akan terus melakukan review dan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem CMS.

“Kami akan koordinasi dengan Kacab Bank Kalbar di Kubu Raya untuk terus memantau kekurangannya agar kita dapat lakukan perbaikan misalnya terkait sistem yang belum pas,” ucapnya.

Baca Juga:

Pihaknya sambung Samsir menggunakan Laku Pandai atau agen di desa yang belum memiliki unit Bank Kalbar untuk setiap transaksi.

“Kita jamin Laku Pandai ini aman karena by sistem. Jadi kita pastikan ini bisa dilakukan dengan baik,” ucapnya.

Samsir pun berharap transaksi nontunai ini dapat diterapkan oleh seluruh desa di Kalbar.(rob)