loading=

Terapkan Protokol Kesehatan, Masjid Mujahidin Pontianak Gelar Salat Id

Masjid Raya Mujahidin Pontianak dipastikan akan menggelar salat id berjamaah hari raya Idul Fitri pada Minggu (24/5) mendatang. Foto: Dok BerkatnewsTV

Pontianak, BerkatnewsTV. Masjid Raya Mujahidin Pontianak dipastikankan menggelar salat id berjamaah hari raya Idul Fitri pada Minggu (24/5) mendatang.

Kepastikan itu disampaikan Pengurus Masjid Raya Mujahidin Pontianak Johni Hasan, Selasa (19/5).

“Insyaallah Masjid Mujahidin Pontianak akan gelar salat id tepat pada 1 Syawal nanti,” katanya.

Johni memastikan pelaksanaan salat id berjamaah nanti tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19, misalnya membuat jarak pada shaf, yang semulanya berdempetan menjadi berjarak.

Selain itu menyiapkan tiga bilik disinfektan, tempat cuci tangan, lima ribu masker yang akan dibagikan, pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo scanner.

“Nanti akan ada petugasnya. Namun bagi yang merasa dirinya kurang sehat. Kita imbau tidak usahlah dulu karena itu juga uzur syar’i,” terangnya.

Ia katakan Masjid Raya Mujahidin Pontianak bisa menampung sekitar 10 ribu jemaah. “Hanya karena kita menggunakan protokol kesehatan maka bisa separuhnya,” ucapnya.

Ia sebutkan pelaksanaan salat id berjamaah pada 1 Syawal berdasarkan keinginan masyarakat dan hasil rapat dari Dewan Masjid Syariah Mujahidin.

“Sudah kita sampaikan hal ini kepada pemerintah daerah,” ucapnya.

Baca Juga :
* Gugus Tugas Pontianak Tekan Transmisi Lokal
* Festival Meriam Karbit Ditiadakan

Sementara itu Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Pandemi Covid-19 menggelar rakor membahas berbagai persoalan menjelang perayaan Idul Fitri 1441 Hijriyah, malam takbiran serta pelaksanaan Salat Idul Fitri di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5).

Rakor dihadiri Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan lainnya, menyikapi situasi yang terjadi saat ini di tengah pandemi Covid-19.

“Berdasarkan hasil rapat, untuk kegiatan pada malam takbiran diimbau untuk tidak melaksanakan konvoi. Takbiran diperbolehkan di masing-masing masjid,” jelas Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Dikatakannya, Idul Fitri tahun ini memang Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak tidak menggelar Salat Ied dikarenakan pandemi Covid-19.

Namun untuk pelaksanaan Salat Id di sejumlah masjid tergantung pengurus masjid masing-masing. Bagi masjid-masjid yang ingin menggelar secara berjamaah dipersilakan. Namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

“Silahkan, kita tidak akan membubarkan. Hanya usahakan pelaksanaannya secara singkat sebab kita juga tetap harus memperhatikan kewaspadaan terhadap penularan virus corona,” Edi mengingatkan.

Sebagaimana diketahui di Kota Pontianak Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) masih ada, sehingga ia berharap warga jangan sampai terpapar Covid-19.

Edi menyebut, selama ini Pemkot Pontianak memang tidak pernah menutup maupun melarang aktivitas masjid. Pihaknya hanya sebatas mengimbau agar pengurus masjid memperhatikan kondisi sekarang di masa pandemi Covid-19.

Terkait aktivitas warga yang berbelanja kebutuhan menjelang lebaran di pasar akan terus dilakukan himbauan untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak berlama-lama di pasar.

Hal tersebut juga upaya untuk menjaga warga Kota Pontianak untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan. “Tetap patuhi protokol kesehatan, jaga jarak, kenakan masker dan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir,” imbuhnya.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin berharap upaya pencegahan yang telah dilakukan tetap bisa dijadikan acuan untuk memutus penyebaran pandemi Covid-19. Termasuk pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, kondisi sekarang harus disikapi secara bijak oleh seluruh umat muslim yang ada di Kota Pontianak. Semua pihak harus terus berikhtiar menyikapi suasana hari kemenangan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita akan menggelar kekuatan atau menempatkan personil pada titik yang dimungkinkan untuk terjadinya penumpukan masyarakat yang akan melaksanakan Salat Ied,” jelasnya.

Terkait jumlah personil yang diturunkan, ia menyebut personil kepolisian saat ini sudah ditambah sebanyak 140 orang. Sebelumnya kepolisian telah menurunkan 647 personil. Personil tersebut disiagakan hingga tanggal 31 Mei mendatang.

“Ada beberapa pola perubahan cara bertindak yang kita lakukan, menyesuaikan dinamika di lapangan,” terangnya.

Ia mengungkapkan saat ini dalam menyambut Idul Fitri terdapat perubahan pola peningkatan dan pergeseran tempat masyarakat. Sehingga pihak kepolisian akan menyesuaikan pola pengamanan, penambahan personil dan sarana prasarana.

“Seperti pengeras suara yang lebih banyak, kemudian APD yang banyak karena kita akan masuk ke jantung titik keramaian,” pungkasnya.(tmB/jim)