Singkawang, BerkatnewsTV. Jeri (7) peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas yang sudah didapatnya sejak balita.

Ia terdata beserta kedua orangtuanya sebagai salah satu masyarakat kurang mampu yang kemudian terdaftar dan ditanggung iurannya oleh pemerintah melalui APBN.

Memang pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Saat ini sekitar 96 juta penduduk yang tergolong miskin dan tidak mampu yang telah didaftarkan dan dibayarkan iurannya oleh pemeritah melalui segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN, sementara sekitar 37 juta penduduk ditanggung iurannya melalui APBD.

Gustina, ibunda dari Jeri mengaku sangat bersyukur bahwa nyatanya pemerintah saat ini sangat memperhatikan rakyat kecil khususnya di bidang kesehatan.

Sudah satu malam Jeri menginap di RSUD Pemangkat akibat penyakit infeksi saluran kemih yang dideritanya, dari awal melakukan pengobatan tidak ada hambatan sama sekali dalam menggunakan JKN-KIS serta semua dijamin asal sesuai dengan prosedur.

Sebagai ibu rumah tangga sedangkan suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk makan dan minum sehari-hari tentunya akan merasa terbebani apabila harus membayar tambahan biaya pengobatan.

“Alhamdulillah dari awal menggunakan KIS tidak ada hambatan sama sekali, pelayanan dari puskesmas hingga rumah sakit semuanya sama, perawatnya ramah, tidak adanya perbedaan antara yang menggunakan KIS dan pasien umum.” Ujar Gustina.

“Tentunya harapan saya program JKN-KIS ini terus ada untuk membantu masyarakat terutama yang kurang mampu seperti saya. Terima kasih kepada pemerintah, terima kasih masyarakat Indonesia yang sudah bergotong royong bersama untuk menjaga keberlangsungan program ini,” pungkasnya.(rls)