Bupati Kubu Raya melantik dan mengambil sumpah jabatan 60 kades terpilih. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Sebanyak 60 kepala desa terpilih masa bakti 2019-2025 dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Kubu Raya pada Selasa (16/12). Ke-60 kades terpilih hasil dari Pilkades serentak yang dihelat pada 16 November lalu.

Banyak hal yang menjadi atensi Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan disampaikan kepada kades terpilih. Diantaranya kades mampu melakukan percepatan pembangunan desa. Mengingat pemerintah daerah telah membuat sejumlah sistem yang mendukung kerja pemerintah desa.

“Contohnya mulai dari kelompok kerja percepatan pembangunan desa, yang aktif mendampingi setiap desa dalam penyusunan RKPDes dan APBDes. Tim pokja dari sejumlah SKPD ini bertugas membantu setiap desa guna mempercepat pengajuan kucuran dana desa dan ADD dengan merampungkan sejumlah syarat yang telah ditentukan,” tuturnya.

Sistem lainnya, lanjut Muda, yakni penerapan pengelolaan keuangan desa dengan sistem nontunai. Sehingga akan dapat mengontrol penggunaan dana desa dan alokasi dana desa sesuai dengan yang direncanakan di dalam musyawarah desa. Sistem yang telah diterapkan di 28 desa ini, menurutnya, akan diikuti seluruh desa lainnya pada 2020 mendatang.

“Mudah-mudahan semua desa di tahun 2020 nanti sudah bisa mengikuti terobosan ini,” harapnya.

Muda menyebut percepatan yang diharapkan adalah ke arah bagaimana kebijakan-kebijakan di desa bisa menghadirkan lapangan kerja bagi masyarakat.

Pemberdayaan ekonomi rakyat, standar pelayanan minimal kesehatan, arah kebijakan pertanian dan perikanan, menurutnya, adalah contoh-contoh kebijakan yang sangat dibutuhkan.

“Karena itu program-program tersebut kita harapkan bisa segera disusun oleh mereka. Paling tidak diharapkan pada Februari tahun depan RAPBDes sudah disahkan sehingga akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat di desa-desa,” harapnya.

Muda mengungkapkan, Kabupaten Kubu Raya saat ini memiliki 14 desa mandiri, 21 desa maju, 51 desa berkembang, 30 desa tertinggal, dan 1 desa sangat tertinggal. Terkait hal itu, dirinya berharap kades dapat berkontribusi dalam upaya pemerintah daerah mempercepat peningkatan indikator-indikator ketahanan ekonomi, sosial, dan lingkungan di desa.

“Itu bisa kita percepat nantinya dengan proram-program yang sudah terarah. Kita memang berupaya agar program ini sinergi. Kita lakukan dengan cara kepung bakul supaya dari desa itu bisa menopang percepatan juga,” harapnya.(rob)