Pimpinan Bank Kalbar Diduga Terlibat Korupsi Bansos Fakultas Kedokteran

Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro saat memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait korupsi yang diduga kuat melibatkan pimpinan Bank Kalbar. Foto: Robby

Pontianak, BerkatnewsTV. Pimpinan Bank Kalbar diduga kuat terlibat dalam korupsi bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan kepada Dewan Pembina Fakultas Kedokteran.

Dugaan itu mulai terungkap saat pihak Kejaksaan Negeri Pontianak akan mengembalikan uang sebesar Rp1,250 miliar ke rekening Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan.

Namun, ternyata rekening tersebut telah berganti nama orang lain yakni Indra Saputra yang hingga kini masih misteri. Ironisnya lagi, tiba-tiba rekening itu berganti atas nama Dewan Pembina Fakultas Kedokteran.

“Hari ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pengurus Dewan Pembina Fakultas Kedokteran. Mereka tidak mengetahui digunakan oleh siapa dan untuk siapa. Karena rekening itu sudah pasif artinya rekening itu tidak digunakan lagi sejak tahun 2006,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Pontianak, Juliantoro kepada wartawan Senin (8/7).

Kejari Pontianak pun melakukan pemeriksaan terhadap mantan pimpinan Bank Kalbar Cabang Utama Pontianak. Alhasil ditemukan fakta bahwa adanya penggunaan uang itu oleh oknum di Bank Kalbar.

Kejaksaan juga menemukan lagi bahwa okum tersebut telah mengembalikan uang yang digunakannya ke dalam rekening Dewan Pembina Fakultas Kedokteran.

“Dari situ kami simpulkan bahwa ini bukan murni tindak kriminal biasa tapi adanya indikasi korupsi terhadap uang yang ada di Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan,” tegasnya.

Kasus ini merupakan rentetan dari kasus terpidana Zulfadhli mantan Ketua DPRD Kalbar yang telah divonis karena terbukti bersalah melakukan korupsi dana bansos sebesar Rp20 miliar kepada KONI Kalbar dan Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan.(rob)

Tulis Komentar