loading=

Lisdes di Bunut, PLN Angkut Trafo Listrik Gunakan Sampan

Petugas PLN yang mengangkut trafo menggunakan sampan dikarenakan kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Trafo itu digunakan untuk memenuhi pasokan listrik di Desa Bunut Tengah Kecamatan Bunut Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Foto: Ist

Putussibau. BerkatnewsTV. ULP PLN Putussibau harus menggunakan sampan untuk mengangkut material listrik seperti trafo dan lemari memenuhi pelayanan di Desa Bunut Tengah Kecamatan Bunut Hilir Kabupaten Kapuas Hulu, kabupaten terujung di Provinsi Kalimantan Barat.

“Ini sebuah perjuangan kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ditengah-tengah keterbatasan sarana dan prasarana transportasi dan alat bantu. Kami harus membawa material tersebut tepat waktu agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman,” kata Manager ULP Putussibau, Ibnu Surya Wardhana kepada BerkatnewsTV, Kamis (4/4).

Lisdes Bunut saat ini masih beroperasi selama 12 jam, melayani sekitar 800-an pelanggan. Mayoritas penduduk berasal dari etnik Melayu dengan rata-rata mata pencaharian sebagai nelayan dan petani daun puri.

Beberapa hari sebelumnya, beberapa warga jalan Baiturrahman desa Bunut Tengah mengeluhkan tegangan listrik di rumah mereka kadang suka rendah, dan berimbas pada penggunaan peralatan listrik.

Keluhan warga langsung disikapi oleh Ibnu dengan segera merencanakan penggantian trafo dengan daya mampu yang lebih besar.

“Selain untuk meningkatkan kualitas layanan, kami juga tak ingin jelang pelaksanaan Pemilu nanti pasokan listriknya kurang baik,” imbuh Ibnu.

Butuh waktu 3 jam dari Putussibau lewat jalur darat, lalu perjalanan dilanjutkan lewat jalur air dengan menggunakan perahu warga selama kurang lebih 3 jam. Sebenarnya ke Bunut bisa juga dilewati lewat jalur darat, namun kondisi jalan yang rusak sangat tidak memungkinkan untuk membawa material lewat jalur darat.

Warga desa Bunut Tengah turut membantu mengevakuasi seluruh material yang akan diangkut.

“Semua kita kerjakan secara manual, yang terberat adalah mengangkat trafo ke perahu dan menaikkannya kembali ke darat. Perlu kehati-hatian saat melakukannya, jika kurang teliti salah-salah bisa tenggelam ke sungai,” ucapnya.

Ibnu berterima kasih atas kepedulian warga yang turut serta membantu petugas PLN. Meski harus menghabiskan waktu seharian, Alhamdulillah akhirnya trafo dapat terpasang dan pelanggan pun dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman.

“Insyaa Allah saat Pemilu nanti pasokan listriknya aman,” terangnya.(iki)