Pontianak, BerkatnewsTV. Inisiator Ruang Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Melati yaitu Ulul Azmi mengungkapkan kondisi ABK di Terentang cukup memprihatinkan. Betapa tidak, dilihat dari jumlah saja total ada 25 orang dengan rata-rata usia 8-17 tahun ABK di Terentang. Gangguannya pun beragam mulai dari disgrafia, disleksia dan diskalkulia.
Itu yang miris sekali. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat sebuah ruang bagaimana mereka bisa mengekspresikan apa yang sebenarnya mereka perlukan.
Hal itulah yang menjadi inspirasinya untuk mendirikan Ruang Belajar ABK Merpati di Desa Radak Baru Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya.
Meskipun belum memiliki bangunan sendiri alias masih menumpang di sebuah PAUD, namun menurutnya sangat penting bagi ABK untuk mendapatkan hak pendidikan sama seperti anak normal lainnya.
“Kita berupaya memberikan hak-hak pendidikan supaya mereka ini bisa mandiri dan minimal mereka bisa bergabung dengan masyarakat luas alias tidak minder. Mereka belajar seminggu sekali setiap hari minggu,” ujarnya di Pontianak, Minggu (3/2) malam.
“Alhamdulillah ada banyak sekali perubahan dari kegiatan belajar ini salah satunya mereka bisa membaca, menulis dan menghitung,” lanjutnya.
Meski hingga saat ini mereka masih menumpang dan hanya memiliki dua guru relawan, Ulul berharap Ruang Belajar ABK Melati tetap konsisten dalam memberikan pendidikan bagi para ABK di Kecamatan Terentang.
“Dan juga mendapat support dari pihak manapun sehingga gerakan ini tidak stagnan sampai disini saja, tetapi bisa berlanjut untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya sama tetapi dalam ruang lingkup yang lebih besar,” harapnya. (iki)













