Pontianak, BerkatnewsTV. Pemerintah Kota Pontianak saat ini sedang gencar melakukan berbagai pembangunan di penjuru kota. Salah satu mega proyek yang sedang dikerjakan adalah pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
Mega proyek ini menelan anggaran hingga Rp1,7 triliun bersumber dari APBN yang telah dialokasikan melalui Kementerian PU.
Namun dibalik mega proyek tersebut ternyata ada kisah memilukan dari masyarakat Pontianak yang berprofesi sebagai juru parker (jukir). Salah satunya Iwan jukir di Kawasan Jalan Diponegoro Pontianak.
Ia mengaku pendapatannya turun drastis sejak mega proyek SPALD-T tersebut mulai dikerjakan.
“Pendapatan jauh berkurang. Sudah dua minggu ini bang hanya bisa dapat Rp30 – 50 ribu per hari,” ungkapnya.
Bahkan, ia katakan untuk membeli nasi bungkus saja dengan harga Rp10 ribu terkadang dibelikan temannya yang berprofesi sebagai tukang stempel didekatnya mangkal.
“Untuk beli nasi bungkus pun yang harga Rp10 ribu dibelikan kawan pak Dino tukang stempel,” ucapnya.
“Kebetulan ade abang maka kamek sampaikan ini. Mungkin ade solusi bang,” timpal Dino yang berada disamping.
Baca Juga:
Keluhan dua orang warga kecil Pontianak ini disampaikan kepada Penasehat FRKP Bruder Stephanus Paiman OFMCap saat bertandang ke kawasan Jalan Diponegoro Pontianak, Selasa (20/10/2026).
“Sabar dan tetaplah bekerja seperti biasa. Ini proyek pemerintah yang diusulkan oleh pak Lazarus DPR RI di Pusat. Seingatku Rp1,7 triliun. Dan Alhamdulillah proyek ini berjalan,” kata Stephanus yang juga Penasehat PKL.
Stephanus menilai hal lumrah setiap proyek kerap memiliki dampak terhadap berbagai aspek. Namun, harus dicarikan solusi agar masyarakat yang terdampak terhadap proyek tidak merasa sulit terutama dalam pendapatan mata pencahariannya.
“Tinggal cari solusi untuk meringankan atau menghilangkan dampak tersebut. Coba bicarakan dengan pak Edi Kamtono sebagai Wako atau Pimpinan Proyek ini. Sampaikan keluh kesah kalian, semoga mereka punya hati untuk ikut memberi solusi meringankan kalian,” pesan Bruder Steph seraya tersenyum.(rob)













