Pontianak, BerkatnewsTV. Seorang anggota Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) Anton Kribo ditusuk dengan pisau saat hendak mengatur parkir mobil.
Peristiwa itu terjadi di Kawasan Pasar Seroja pada Sabtu (4/7/2026) sore. Ia pun langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Pontianak untuk mendapatkan perawatan.
“Saye tadi menertibkan parkir di kawasan parkir oplet Seroja setelah oplet sepi bang. Awalnya ada satu mobil yang parker. Tetapi diusir pergi oleh Aan. Biasanya kalua mobil parkir saye diberi 3.000 rupiah. Artinye hilang jatah parkir saye tige ribu. Saat datang lagi mobil kedua parkir diusirnya lagi. Maka saye marah dan saye tampar,” cerita Anton saat mengadukan peristiwa yang dialaminya ke Sekretariat FRKP Jalan Purnama, Sabtu (4/7/2026).
Ia katakan pelaku tak terima ditampar sehingga pergi dan kembali dengan membawa pisau. Sempat terjadi perkelahian antara keduanya.
“Die lari ambil pisau dan ditusuk dengan saye, dapat saye elakkan walau kedua tangan dan leher saye sempat dibesetnye. Alhamdulillah, pisaunye dapat saye tangkap dan die sye tinju Karne sya merase luka,” tuturnya dengan lgat Melayu kental.
Saat perkelahian itu, keduanya dilerai oleh petugas kepolisian yang sedang bertugas di lokasi.
“Syukur ada polisi yang melerai dan pisau serta arak satu kampel punya Aan diambil polisi. Saya dibawa ke RS Bhayangkara. Polisi menyarankan agar saya berdamai saja. Tapi saat saya lapor pada ketua kami, beliau minta saya lapor dan visum ke RS Bhayangkara lagi,” tuturnya.
Baca Juga:
Hanya ia mengaku heran karena di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dituliskan hanya pisau yang disita tetapi minuma keras arak sekantong plastik tidak dituliskan.
“Saat saya tanya penyidiknya, nanti ditambahkan lagi,” ucapnya.
Kuasa Hukum FRKP, Alfons Girsang yang diminta Ketua FRKP Bruder Stephanus Paiman OFMCap untuk mendampingi korban
“Jelas ini penganiayaan berat dan kita minta agar proses hukumnya harus diterapkan. Saya siap mendampingi Anton Kribo sesama anggota FRKP,” ujarnya.
Sementara itu Ketua FRKP Br Stephanus Paiman OFMCap mengatakan kesedihan sekaligus prihatin atas musibah yang menimpa anggotanya.
“Anton orang baik, solider dengan kawan. Sejak bergabung dengan FRKP tahun 2005 dia dikenal ringan tangan. Itu terlihat saat ada bencana banjir, covid , kebakaran serta investigasi ke TKP selalu siap saat diajak dan bahkan meninggalkan pekerjaannya sol sepatu,” ungkapnya.
Stephanus berharap kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku sehingga keadilan dapat dirasakan korban.(rob)













