loading=

Firmansyah Khatulistiwa Grup Investasi Hilirisasi Perkebunan Kelapa dan Pala

Firmansyah Khatulistiwa Grup Investasi Hilirisasi Perkebunan Kelapa dan Pala
PT Firmansyah Khatulistiwa Grup, perusahaan dari Kalimantan Barat akan berinvestasi di sektor hilirisasi perkebunan kelapa dan kopi di wilayah Indonesia Timur khususnya di Kebun Awaya Masohi Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Foto: berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. PT Firmansyah Khatulistiwa Grup, perusahaan dari Kalimantan Barat akan berinvestasi di sektor hilirisasi perkebunan kelapa dan kopi di wilayah Indonesia Timur khususnya di Kebun Awaya Masohi Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku.

“Hilirisasi industri perkebunan kelapa dan kopi ini ramah lingkungan berbasis teknologi panel Surya dengan konsep agro wisaya dan wisata bahari,” kata Direktur Utama PT Firmansyah Khatulistiwa Grup, Hendra Firmansyah kepada berkatnewstv, Selasa (31/3/2026).

Hendra sebutkan di hilirisasi ini tidak hanya perkebunannya saja yang dipersiapkan namun juga akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung seperti pabrik pengolahan kelapa dan kopi, Kawasan agrowisata, area foodcourt dan cottage guest house.

“Untuk lahan perkebunan kelapa sekitar 20 ribu m2, lahan perkebunan kopi sekitar 30 ribu m2, pabrik pengolahan kelapa dan kopi seluas 50 ribu m2, agrowisata kebun kelapa 10 ribu m2, area food court seluas 2 ribu m2 dan cottage guest house 4 ribu m2,” ungkapnya.

Di kompleks industri kelapa terpadu modern yang secara efisien mengolah kelapa dari perkebunan sekitarnya menjadi aneka produk mulai dari pangan (Nata de Coco) hingga kosmetik dan farmasi, didukung infrastruktur logistik mandiri dan komitmen keberlanjutan melalui penggunaan panel surya.

Sedangkan di komplek industry pala mulai dari penerimaan bahan baku (pala), pengeringan, hingga pemecahan, penggilingan, dan dua unit ekstraksi khusus untuk minyak atsiri dan oleoresin. Selain itu, juga mencakup berbagai area pendukung operasional yang penting, seperti kantor, laboratorium QC (Quality Control), utility plant, area bongkar muat (loading dock), dan area penanganan limbah, memberikan pandangan holistik tentang fungsionalitas dan organisasi fasilitas industri tersebut.

Baca Juga:

Hendra ingin membawa peradaban baru di investasi hilirisasi ini yakni edukasi bagi pengunjung sambil berwisata menikmati alam sekitar yang
disajikan oleh UMKM lokal.

Investasi hilirisasi perkebunan kelapa dan kopi ini telah dipaparkan oleh Hendra saat menjadi keynote speech di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar Sulawesi Selatan pada Kamis (26/3/2026).

Hendra menargetkan hilirisasi perkebunan kelapa dan kopi ini berdiri di 8 provinsi yakni Riau, Kalbar, Jatim, Sulsel, Sulteng, Gorontalo, Sulut dan Maluku.

“Alasan pengembangan komoditi ini karena solusi alternatif tingkat pendapatan negara asumsinya yakni Timur Tengah kaya dengan minyak bumi namun sementara Indonesia kaya dengan perkebunan. Hal ini sudah terbukti sejak jaman penjajahan dulu,” terangnya.

Apalagi Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar kedua dunia dengan luas 3,34 juta ha dan produksi 2,87 juta ton. Sebanyak 98,95% kebun dikelola rakyat. Tantangan utama adalah produktivitas rendah sekitar 1,1 ton/ha dan tanaman tua.

Sementara Hilirisasi pala merupakan bagian dari strategi Transformasi Ekonomi Indonesia 2045. Selama dekade terakhir, Indonesia terjebak dalam pola ekspor bahan mentah (biji pala utuh dan fuli) yang rentan terhadap fluktuasi harga global dan hambatan nontarif (seperti standar aflatoksin Uni Eropa). Indonesia memasok ~75% kebutuhan dunia.(rob)