Kubu Raya, BerkatnewsTV. Sejumlah kenaikan dan juga penurunan di indikator makro pembangunan Kubu Raya alami grafik dari tahun 2024 – 2025. Diantaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kubu Raya 2025 sebesar 72,01 persen yang sebelumnya di 2024 sebesar 71,14 persen.
Begitu pula tingkat kemiskinan mengalami penurunan di 2025 sebesar 3,99 persen sedangkan 2024 masih sebesar 4,08 persen.
Menurut Bupati Kubu Raya Sujiwo capaian-capaian tersebut tidak terlepas dari peran pihak DPRD karenanya kedudukan diantara keduanya bagai daging dan kuku yang tidak terpisahkan.
Namun dibalik indikator tersebut, tingkat pengangguran terbuka naik di tahun 2025 sebesar 6,86 persen sedangkan di 2024 sebesar 6,73 persen.
Baca Juga:
- Tingkat Pengangguran Kubu Raya Rapor Merah
- Ekonomi, Kemiskinan dan IPM Kubu Raya Baik Namun Pengangguran Meningkat
“Memang di indikator makro masih jauh dari harapan seperti adanya peningkatan pengangguran terbuka. Yang disebabkan beberapa perusahaan tutup, seperti Tranmart, dua perusahaan perkebunan yang melakukan PHK lumayan besar,” ucapnya usai rapat paripurna Pidato Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala daerah 2025, sekaligus agenda Pansus DPRD Kubu Raya tentang RKPD tahun anggaran 2025, Selasa (31/3/2026).
Kendatipun demikian Sujiwo merasa optimis dapat menekan peningkatan pengangguran terbuka ini di tahun 2026. Untuk itu, ia membuka peluang kerja terhadap pelaku usaha yang ingin menanamkan investasi nya di Kubu Raya.
“Kita akan mempermudah pelaku-pelaku usaha. Dan meringankan biaya mereka sehingga dengan seperti itu, maka masuklah tenaga-tenaga kerja,” terangnya.
Sementara langkah konkret yang dilakukan olehnya saat ini, membangun jalan poros ekonomi dan ia merasa potensi peluang kerja juga akan tercipta ketika jalan tersebut sudah optimal baik berupa perdagangan barang dan jasa angkutan.
“Karena ketika ada pergerakan ekonomi dengan baik. Maka akan bermunculan peluang- peluang usaha dan angka pengangguran dapat ditekan. Begitu juga kesejahteraan masyarakat akan menekan angka kemiskinan,” bebernya.(dian)













