loading=

BBM Subsidi di Daerah Pesisir Langka, Harga Hingga Rp15 Ribu

Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya mengungkapkan warga di daerah pesisir di Kubu Raya mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan BBM subsidi khususnya jenis pertalite. Kalau pun ada pengecer yang menjual warga harus antre Panjang. Dan harus merogoh kocek dengan harga Rp15 ribu per liter.
Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya mengungkapkan warga di daerah pesisir di Kubu Raya mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan BBM subsidi khususnya jenis pertalite. Kalau pun ada pengecer yang menjual warga harus antre Panjang. Dan harus merogoh kocek dengan harga Rp15 ribu per liter. Foto: berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Warga di daerah pesisir di Kubu Raya mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan BBM subsidi khususnya jenis pertalite.

Kalau pun ada pengecer yang menjual warga harus antre Panjang. Dan harus merogoh kocek dengan harga Rp15 ribu per liter.

Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, M. Amri mengungkapkan kondisi ini sudah terjadi di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan KubU, Batu Ampar dan Teluk Pakedai.

“Kondisi sekarang ini di daerah pesisir Kubu Raya sudah mulai terjadi kelangkaan BBM bersubsidi seperti di Kecamatan Batu Ampar, Kubu dan Teluk Pakedai. Dan sudah banyak yang menjual di harga Rp15 ribu per liter bahkan lebih,” katanya kepada berkatnewstv, Senin (16/3/2026).

Ia sebutkan kondisi ini diperparah lagi ⁠di daerah pesisir belum tersedia SPBU atau SPDN sehingga cukup sulit bagi masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah menerbitkan sub penyalur tentu berkoordinasi dengan Pertamina dan Kementerian ESDM ⁠dalam rangka memenuhi kebutuhan BBM subsidi di pesisir. Apalagi setahun terakhir ini, sejak tahun 2025, izin sub penyalur sudah tidak di perpanjang akibatnya ketersediaan BBM subsidi untuk daerah pesisir menjadi tersendat.

Amri meminta ada kebijakan khusus dari pemerintah pusat dan Pertamina apakah memperpanjang kembali izin sub penyalur sampai SPBU atau SPDN benar-benar dibangun dan bisa beroperasi.

Baca Juga:

“Kementerian mendorong agar ada SPBU di daerah pesisir akan tetapi proses masih berjalan dan belum mendapatkan kejelasan kapan terealisasi. Ini perlu segera diatasi apalagi sudah mendakati hari raya lebaran. Karena solusi lain seperti membeli dengan menggunakan jerigen tidak dibolehkan sehingga menambah sulit untuk tersedianya BBM subsidi,” ucapnya.

Apalagi ⁠saat ini banyak info-info beredar di masyarakat bahwa BBM akan tersendat akibat perang timur tengah dan kapal Pertamina tidak bisa lewat di Selat Hormuz sehingga menimbulkan panic buying di masyarakat meskipun sudah ditegaskan pasokan BBM tetap aman di hari raya Idulfitri.

“Tentu kondisi ini perlu mendapatkan perhatian segera dari pihak Pertamina agar ada kebijakan supaya bbm subsidi segera tersedia dan masyarakat mudah mendapatkannya,” tambah Amri yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kubu Raya ini.

Pertamina Jamin Aman

Diberitakan berkatnewstv sebelumnya, PT Pertamina telah menjamin pasokan dan distribusi BBM di seluruh Kalbar aman hingga menjelang maupun setelah lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.Panduan Kota & Daerah

“Kami memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi cukup dan aman. Distribusi dari terminal hingga ke SPBU tetap berjalan normal,” tegas Sales Area Manager (SAM) Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat saat konfrensi pers pada Jumat (13/3/2026).

Pertamina menjamin pasokan dan distribusi BBM bersubsidi ini tidak hanya sekadar untuk SPBU saja namun juga berlaku bagi 42 SPBU 3T yang tersebar di seluruh Kalimantan Barat.

SPBU 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) adalah SPBU yang dibangun pemerintah dan Pertamina untuk menyediakan BBM satu harga di wilayah pelosok Indonesia. Program ini bertujuan mempermudah akses energi, mengurangi biaya logistik, dan meratakan harga BBM, seperti Pertalite, setara dengan di kota-kota besar

“Jadi Pertamina secara rutin melakukan pemantauan distribusi di lapangan serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tambah Tri.(rob)