loading=

Piutang Pembiayaan Bermasalah di Kalbar Rp233 Miliar. Masyarakat Harus Tahu Fidusia

Piutang Pembiayaan Bermasalah di Kalbar Rp233 Miliar. Masyarakat Harus Tahu Fidusia
APPI sosialisasikan Undang – undang Fidusia dan Penerapan Industry Pembiyaan, Kamis (10/10). Foto: egi

Pontianak, BerkatnewsTV. Lembaga Pembiayaaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Khusus mencatat jumlah piutang pembiayaan bermasalah di Kalimantan Barat. Yakni mencapai Rp223 miiar lebih.

Perusahaan piutang pembiayaan di Kalbar telah menyalurkan sejumlah pinjaman untuk modal kerja, investasi dan lainya.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Pembiayaaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Khusus Andra Sapta mengatakan Kalimantan Barat memiliki outstanding Bea 2,1 persen dari total nasional.

“Pembagian wilayahnya di Kota Pontianak dan jika dibandingkan dengan di Indonesia kota Pontianak sangat kecil dibanding wilayah lain,” jelasnya saat sosialisasi Undang – undang Fidusia dan Penerapan Industry Pembiyaan, Kamis (10/10).

Baca Juga:

Sementara itu Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno, mengatakan perusahaan pembiayaan masih belum familiar di telinga masyarakat Indonesia, sehingga banyak yang mengartikan perusahaan pembiayaan adalah Leasing.

“Perusahaan pembiayaan belum dikenal di Pontianak. Sehingga kita ingin masyarakat paham apa dan siapa itu perusahaan pembiayaan. Sehingga dengan Multifinance Day yang ini dapat menambah wawasan masyarakat,” jelasnya.

Suwandi menuturkan acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai penerapan Eksekusi Jaminan Fidusia kepada seluruh pelaku industri pembiayaan, aparat penegak hukum, tenaga penagihan dan masyarakat

“Kami tekankan memberikan pentingnya memahami berhutang dengan bijak dan kewajiban membayar angsuran dari pinjaman yang didapatkan. Sehingga tidak lalai atau mengabaikan,” tuturnya. (ebm)