Pontianak, BerkatnewsTV. Seorang pengemudi mobil marah-marah saat ditegur Ketua RT lantaran parkir sembarangan di Jalan Waru Kota Pontianak.
Ketua RT 005 /RW 031, Monica mengaku telah menegurnya secara baik-baik namun disambut dengan emosi oleh pengemudi mobil tersebut. Dengan nada tinggi marah-marah.
Monica tidak mau terpancing emosi menghadapi prilaku oknum masyarakat itu. Ia berusaha memberikan pemahaman dan pengertian. Namun, si orang tersebut dengan marah-marah masuk mobil dan langsung pergi.
“Padahal, tepat di depannya sudah ada plang larangan parkir dekat tikungan Jalan Ismail Marzuki. Masa sudah ada plang larangan tapi masih juga dilanggar. Apalagi tukang parkir sudah melarangnya,” kata Ketua RT 005 /RW 031, Monica, Jumat (18/9/2026).
Ia menegaskan tidak melarang masyarakat untuk singgah membeli makanan di sepanjang Jalan Waru namun hendaknya bisa mencari tempat parkir yang ideal dan tidak mengakibatkan kemacetan. Apalagi, kalau parkir di dekat tikungan.
Baca Juga:
- Parkir Sembarangan, Supir Kucing-kucingan Dengan Petugas
- Sebabkan Laka Lantas, Supir Sepakat Tidak Parkir Liar
“Kalian kan orang kaya pakai mobil, bisa parkir ke kampung raja tempatnya luas. Masa hanya tiga ribu saja untuk parkir nggak mau bayar,” ucapnya.
Ia pun menceritakan pengalaman beberapa waktu lalu ketika terjadi kebakaran. Mobil Damkar kesulitan lewat lantaran parkir mobil di tepi jalan yang penumpangnya sedang menikmati makanan di sepanjang Jalan Waru. Akibatnya terjadi kemacetan.
“Pengalaman lalu saat terjadi kebakaran mobil tidak bisa lewat. Saya sudah kasih tahu lewat saja. Ini masalahnya kebakaran, keadaan darurat yang harus cepat dipadamkan apinya. Sementara kalian parkir tepi jalan, beli gorengan makan che hun tiaw sambil nonton kebakaran,” ujarnya.
Ia juga menyoroti maraknya PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Waru.
“Silahkan PKL kalau mau jualan, tapi tidak mengakibatkan gangguan lingkungan sekitar. Ada jaraknya, tapi ini sampai berlapis-lapis. Belum lagi cucian mereka buang ke got. Dulu ndak seperti ini sampai timbul kemacetan. Kami tegur ndak terima pula. Masalah ini sudah disampaikan ke Lurah mohon diberikan pengertian kepada PKL,” ujarnya.
Ia berharap adanya pengertian dan saling menjaga satu sama lain di lingkungan Jalan Waru. Agar warga lain tidak ada merasa yang terganggu. Sebab kalau bukan dari kita sendiri yang membuat lingkungan aman, nyaman dan tertib lantas siapa lagi.(tmB)













