Pontianak, BerkatnewsTV. Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Kalbar Prof. Dr. Syarif, menilai dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu pimpinan BAZNAS Kalbar berinisial AR telah mencoreng dunia pendidikan dan lembaga berbasis keagamaan.
Sehingga kasus ini tidak dapat ditolerir begitu saja karena BAZNAS itu Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah berbasis keagamaan sehingga sangat memalukan jika ini benar-benar terbukti.
“Artinya ini lembaga keagamaan dalam Islam. Kalau dilakukan atau diikuti dengan cara-cara yang tidak baik seperti itu, tentu menjadi sangat memalukan,” katanya, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, meskipun tidak terdapat ketentuan khusus yang mengatur persoalan tersebut semata-mata dari perspektif kelembagaan agama, dari sisi kepatutan persoalan itu tetap menjadi hal yang memalukan.
Namun demikian, Prof. Syarif menilai persoalan tersebut tidak semestinya hanya diarahkan kepada pribadi AR. Jika benar terdapat kelalaian dalam proses seleksi, maka pihak yang terlibat dalam proses verifikasi dan seleksi juga perlu memberikan penjelasan.
Ia menyoroti kemungkinan adanya kelalaian dari tim seleksi dalam melakukan verifikasi terhadap persyaratan administrasi para peserta.
“Ini juga tidak menyeret seorang pribadi AR sebagai kesalahan. Ini juga kelalaian dari tim seleksi,” tegasnya.
Menurut Prof. Syarif yang juga Guru Besar IAIN Pontianak, setidaknya terdapat sejumlah kemungkinan yang perlu ditelusuri terkait proses seleksi tersebut. Pertama, adanya ketidaktelitian dalam memeriksa dokumen persyaratan peserta.
“Kedua, boleh jadi panitia seleksi ini tidak profesional, tidak mengerti alur keabsahan-keabsahan itu, tidak melakukan penelitian,” ujarnya.
Baca Juga:
- Salah Satu Pimpinan BAZNAS Kalbar Diduga Gunakan Ijazah Palsu
- Kades di Tayan Hilir Dilaporkan Gunakan Ijazah Palsu
Ia menambahkan, proses seleksi terhadap calon pimpinan lembaga publik, terlebih lembaga yang berkaitan dengan keagamaan, seharusnya dilakukan secara cermat dan profesional. Setiap dokumen persyaratan yang dilampirkan peserta perlu diverifikasi sebelum seseorang dinyatakan memenuhi syarat.
“Setahu saya banyak sekali yang ikut dan lebih berkualifikasi dari yang terpilih ini, khususnya yang AR ini,” katanya.
Sementara itu mantan Ketua Tim Seleksi (Timsel), Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag saat dihubungi belum bersedia untuk dikonfirmasi.
“Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Maaf tidak sempat. Kami lagi sedang memimpin wisuda sarjana,” kata Prof Wajidi yang juga Rektor IAIN Pontianak singkat.
Diberitakan berkatnewstv sebelumnya, mulai terkuak, salah satu pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berinisial AR diduga telah menggunakan ijazah palsu S1 saat mengikuti proses seleksi.
Ketika mengikuti proses seleksi pimpinan BAZNAS Kalbar di tahun 2025, AR melampirkan ijazah S1 dari STMIK Triguna Utama Tangerang lulusan tahun 2013.
“Padahal, yang bersangkutan masuk kuliah di bulan Oktober 2012. Koq tiba-tiba bulan Juli 2013 bisa keluar ijazah,” ungkap seorang sumber yang minta namanya tidak disebutkan.
Kepada berkatnewstv pada Sabtu (12/9/2026), ia mengungkapkan kejanggalan lain. Dimana, AR telah mengajukan pengunduran diri dari STMIK Triguna Utama pada tahun 2017.
“Artinya, jika sudah mengajukan pengunduran diri maka tidak mungkin ijazah bisa terbit,” ucapnya.
Untuk membuktikan kebenaran ijazah AR, ia mencoba menelusuri di system Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Alhasil, tidak ditemukan nomor ijazah AR terdaftar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Namun, di dalam system tersebut menampilkan NIM Mahasiswa atas nama AR dengan Nomor T12245, Program Pendidikan Sarjana, Program Studi Teknik Informatika, Nomor Ijazah kosong, Status Mahasiswa Mengajukan Pengunduran Diri.
Selama beberapa hari, berkatnewstv telah berupaya berkali-kali melakukan konfirmasi kepada AR via pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditayangkan tidak direspon dan jawaban dari AR.
Diketahui, AR telah mengikuti proses seleksi calon Pimpinan BAZNAS Kalbar masa kerja 2025-2030. Kemenag Kalbar telah menetapkan Tim Seleksi (Timsel) yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag.(rob)













