loading=

Kuota Haji Kalbar 2026 Berkurang

Kuota Haji Kalbar 2026 Berkurang
Jumlah kuota haji Kalbar di tahun 2026 ini sebanyak 1.858 orang. Jumlah ini berkurang hingga 600 orang dibandingkan musim haji tahun 2025 lalu yang berjumlah 2.521 orang. Foto: ist/berkatnewstv

Pontianak, BerkatnewsTV. Jumlah kuota haji Kalbar di tahun 2026 ini sebanyak 1.858 orang. Jumlah ini berkurang hingga 600 orang dibandingkan musim haji tahun 2025 lalu yang berjumlah 2.521 orang.

Adapun pembagian kuota haji Kalbar tahun 2026 antara lain :

  1. Pontianak 1.474 jemaah reguler ditambah 25 lansia.
  2. Singkawang 122 jemaah reguler ditambah 2 lansia
  3. Kubu Raya 36 jemaah reguler ditambah 22 lansia.
  4. Sintang 38 jemaah reguler ditambah 10 lansia.
  5. Mempawah 18 jemaah reguler ditambah 5+5 lansia
  6. Ketapang 14 jemaah reguler ditambah 7 lansia
  7. Sambas 13 jemaah reguler ditambah 5 lansia.
  8. Melawi 12 jemaah reguler ditambah 2 lansia
  9. Bengkayang 8 jemaah regular
  10. Landak 2 jemaah regular
  11. Sanggau 11 jemaah reguler ditambah 3 lansia
  12. Sekadau 2 jemaah reguler ditambah 3 lansia
  13. Kayong Utara 9 jemaah reguler ditambah 3 lansia
  14. Kapuas Hulu 1 jemaah reguler ditambah 5 lansia.

Para calon jamaah haji Kalbar ini dibagi menjadi lima kloter berangkat melalui Bandara Internasional Supadio menuju Embarkasi Batam mulai Selasa (5/5/2026) kemarin.

Baca Juga:

“Jamaah kita akan bergabung dan berangkat dari Batam menuju Jeddah,” kata Sekda Kalbar, Harisson saat melepas keberangkatan Jemaah haji Kalbar Kloter 14, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyebutkan bahwa pelayanan haji tahun ini dirancang lebih ramah, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan perempuan.

“Pelayanan kita tahun ini juga memberi perhatian pada jamaah kelompok rentan, terutama ramah terhadap lansia, disabilitas, dan perempuan. Dalam kloter ini ada jamaah yang menggunakan kursi roda, maka saya minta seluruh jamaah saling peduli dan membantu,” katanya.

Selanjutnya, Sekda menjelaskan sistem pengelompokan jamaah yang diharapkan dapat memperkuat kebersamaan serta saling menjaga selama di Tanah Suci.

“Setiap 10 orang ada ketua regu, dan setiap 45 orang ada ketua rombongan. Saya berharap ketua regu dan ketua rombongan benar-benar dapat menjalankan perannya, memastikan semua anggota dalam kondisi baik, saling menjaga, terutama bagi jamaah yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.(tmB)