Siswa dan Siswi SMAN 2 Sanggau Adinda Aisyah Nindyani dan Dustin Raka Widiananta Aslam befoto bersama para Guru SMAN 2 Sanggau.
Siswa dan Siswi SMAN 2 Sanggau Adinda Aisyah Nindyani dan Dustin Raka Widiananta Aslam befoto bersama para Guru SMAN 2 Sanggau. Foto: ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Siswa dan Siswi SMAN 2 Sanggau, Adinda Aisyah Nindyani dan Dustin Raka Widiananta Aslam meraih prestasi membanggakan diajang internasional yang diselenggarakan World Science, Environment dan Enginnering Competition (WSEEC) tahun 2021.

Keduanya meraih gold medal pada lomba dibidang Imflementation of oil palm boiler ash and empty bunches to increase PMK soil nutrients.

Kepala SMAN 2 Sanggau, Sigit Sukamto menyampaikan kedua anak didiknya itu meraih prestasi diajang internasional yang berkaitan dengan peneliti muda.

“Karena kaitannya dengan penelitian dan sesuai dengan bidangnya, rekan-rekan dari guru yang berlatarbelakang sama maka mereka yang membimbing langsung siswa ini,” kata Sigit.

Sigit menambahkan, keberhasilan kedua siswa dan siswinya ini diharapkan dapat memotivasi siswa dan siswi yang lainnya untuk juga berpretasi

“Mereka berdua ini pionir dan tentu akan disebarluaskan kepada seluruh siswa bahwa siapapun sebenarnya itu bisa meraih prestasi. Sekarang kesempatan itu diberikan sama, ayo kita yang punya kemampuan terbaik silahkan,” ajaknya.

Guru pembimbing kedua siswa dan siswi SMAN 2 Sanggau yang mengikuti lomba, Hening Indrawati merasa bangga atas ketercapaian ini, Karena sebelumnya tidak menyangka atau tidak menargetkan sampai sejauh ini yakni pencapaian sampai mendapatkan gold medal.

“Karena kita juga sama-sama tahu ini masa pandemi Covid-19, dan memang kita selama ini memberikan motivasi pada anak-anak walaupun masa pandemi janganlah kita fakum atau kosong dengan kegiatan. Tapi tetaplah berprestasi walaupun dimasa pandemi,” ungkapnya.

Dijelaskan Hening, lomba Imflementation of oil palm boiler ash and empty bunches to increase PMK soil nutrients. ini dilaksanakan tanggal 17 sampai 20 Juni 2021 secara online. Kedua siswa ini mengikuti lomba secara online.

Sebelum mengikuti lomba terlebih dahulu diajukan proposal, setelah diseleksi dan dinyatakan lolos baru mereka mengadakan penelitian.

“Persiapan sudah jauh dari sebelumnya, bulan Maret sudah mulai persiapan. Karena kan sebelumnya juga mereka harus literasi dulu tentang materi tersebut,” bebernya.

Baca Juga:

“Dustin Raka Widiananta Aslam merupakan siswa kelas XII IPA untuk tahun pelajaran 2021/2022 dan Adinda Aisyah Nindyani XI IPA. Jadi kemarin mereka mengikuti lomba waktu masih kelas X dan XI,” tutupnya.

Atas prestasi ini, Dustin Raka Widiananta Aslam mengaku senang dan bersyukur lantaran ini merupakan salah satu prestasi yang dapat dikatakan tertinggi karena tingkat internasional.

“Ini merupakan ajang internasional penelitian yang pertama kali saya ikuti. dan Alhamdulillah pertama kali langsung mendapatkan juara dan gold medal atau medali emas. Kemudian ditambah lagi dengan spesial award dari penyelenggaranya, Jadi kami sangat bersyukur, senang bisa membawa nama sekolah, Kabupaten Sanggau, dan membawa nama negara ke tingkat internasional,” ujarnya.

Tentunya, lanjut dia, walaupun ditengah pandemi Covid-19 saat ini harus tetap meningkatkan prestasi dan tak boleh bermalas-malasan.

“Kalau untuk diri saya sendiri si kita harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Tidak boleh menjadikan kondisi pandemi ini jadi suatu alasan bagi kita untuk menurunkan prestasi. Justru dalam keadaan seperi ini kita harus menggenjot apa yang bisa kita bisa dan semakin mengulik apa yang bisa kita lakukan untuk prestasi kedepan,” tuturnya.

Rasa sukur juga disampaikan Adinda Aisyah Nindyani. Bicara soal motivasi, lanjutnya, tentu yang pertama harus datang dari diri sendiri.

“Kita itu tidak akan bisa bergerak kalau kita tidak ada motivasi dalam diri kita. Selain itu harus dapat dukungan dari lingkungan kita, misalnya saya bisa ikut banyak kegiatan perlombaan itu karena ada dukungan dari orang tua, dari pihak sekolah,” ungkapnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Ia berpesan kepada teman-teman sekalian bahwa pandemi ini bukan berarti prestasi kita berhenti, pandemi itu bukan berarti segala aktifitas kita itu terhenti.(pek)