Warga yang mudik dari Rasau Jaya ke Kecamatan Kubu dan Batu Ampar jelang Idulfitri.
Warga yang mudik dari Rasau Jaya ke Kecamatan Kubu dan Batu Ampar jelang Idulfitri. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Pengertian peniadaan atau pelarangan mudik jelang Idulfitri berdasarkan SE Satgas Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 hanya berlaku untuk lintas provinsi/kota/kabupaten maupun lintas negara.

Namun pelarangan mudik yang mulai berlaku 6-17 Mei tersebut tidak disebutkan untuk lintas kecamatan dalam kota/kabupaten.

“Jadi, saya kira jika lintas kecamatan dalam kabupaten masih dibolehkan,” kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Ia mencontohkan jika warga dari Kecamatan Sui Ambawang mau ke Kecamatan Teluk Pakedai atau ke Kecamatan Kubu. Jadi tidak perlu khawatir.

Menurutnya, pengertian mudik yang ada yakni antar kabupaten/ kota. Namun, ia berharap menyikapi hal ini tidak berlebihan.

Kendati demikian Muda tetap mengimbau bagi warga untuk menahan diri bagi yang ingin mudik keluar daerah. “Kalau bisa menahan diri dulu lah,” harapnya.

Baca Juga:

“Memang kita sekarang ini hidup di tengah pandemi tapi jangan sampai stres. Sebab menjaga imunitas bukan hanya fisik akan tetapi psikis juga. Ini lah kuncinya,” jelasnya.

Maka, Muda menilai ketahanan keluarga sangat penting untuk menavigasi anggota keluarganya agar tetap bisa sehat dan bahagia secara fisik dan psikis.

Sementara itu Ketua DPRD Kubu Raya Agus Sudarmansyah berpandangan larangan mudik yang hanya berlaku untuk lintas kabupaten / kota.

“Namun pandangan saya jika antar kecamatan dalam satu kabupaten tidak masuk dalam kriteria tidak masuk dalam larangan mudik,” tuturnya.

Sehingga menurutnya, hal itu setidaknya masih dapat ditoleransikan. Misalnya warga dari Sui Raya maupun ke Batu Ampar atau ke kubu.

Kendati demikian Agus tetap menekankan warga melakukan tes usap untuk mencegah penularan covid-19.

“Seperti Genose maka pemda harus memfasilitasinya agar masyarakat tidak merasa beban atau berat. Maka di setiap pelabuhan harus dilakukan genose,” pungkasnya.(rob)