PCNU ketika beraudiensi dengan Bupati Sanggau membahas berbagai agenda kerja.
PCNU ketika beraudiensi dengan Bupati Sanggau membahas berbagai agenda kerja. Foto: pek

Sanggau, BerkatnewsTV. Bupati Sanggau Paolus Hadi berharap Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sanggau terus menjadi mitra Pemerintah dalam menghadapi persoalan-persoalan kebangsaan

Menurutnya, persoalan kebangsaan saat ini menjadi fokus penyelesaian, tidak hanya persoalan Pemerintah Pusat tapi juga daerah.

“Menjaga kebhinekaan dalam kebersamaan menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya Pemerintah. Oleh karenanya saya berharap NU bisa menjadi garda terdepan dalam membantu menyelesaikan persoalan kebangsaan yang kita hadapi, khususnya di Sanggau,” harapnya saat beraudiensi dengan PCNU Kabupaten Sanggau, pada Senin (22/2).

Dengan hadirnya NU di Sanggau diharapkan bisa merajut kembali persaudaraan diantara sesama, tidak lagi bicara suku, agama mapun RAS.

Baca Juga:

“Sudah saatnya kita bicara bagaimana Sanggau ini semakin maju dan terdepan, jangan lagi bicara kamu dari agama apa, suku apa. Yok kita semua bangun Sanggau ini,” pesan PH sapaan akrabnya.

Ketua PCNU Sanggau H. Toyib Saefuddin Alayubi mengapresiasi perhatian lebih yang diberikan Bupati Sanggau Paolus Hadi kepada NU selama ini.

“Pak Bupati kita ini memang selama ini telah banyak mensuport NU. Kepedulian beliau terhadap kemajuan NU sangat luar biasa. Dan beliau juga satu-satunya Bupati yang sukses mengangkat seluruh etnis dan budaya yang ada di Sanggau sehingga bisa eksis sampai hari ini. Dan ini bukti bahwa beliau pemimpin nasionalis dan religius karena beliau juga umat Katolik yang taat,” ujar Toyib usai beraudiensi dengan orang nomor satu di jajaran Pemkab Sanggau itu.

Ia pun menegaskan NU siap menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Sesuai tema harlah ke-95 NU yang mengangkat tema ‘Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan’. Tema ini intinya sebuah cita-cita kami di NU untuk mengajarkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada masyarakat yang berdasarkan pancasila dan UU dasar 1945,” terangnya. (pek)