Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harrison saat konfrensi pers, Minggu (15/3) lalu. Foto: Dok BerkanewsTV

Pontianak, BerkatnewsTV. Hingga hari Minggu (29/3) pukul 18.00 wib, tercatat ada sembilan (9) kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

“Jadi sampai 29 Maret 2020 di Kalbar terdapat sembilan kasus terkonfimasi Covid-19. Dua kasus dinyatakan sembuh, dua kasus telah meninggal dunia dan lima kasus sekarang sedang diisolasi di rumah sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison melalui video confrence, Minggu (29/3).

Disebutkan Harrison sebelumnya terkonfirmasi hanya empat kasus positif covid-19 namun kemudian bertambah lagi lima kasus sehingga total sembilan kasus.

“Kasus 05 saat ini sedang dirawat di RSUD Ade M Djoen Sintang. Kasus 06 wanita berusia 59 tahun dirawat di RSUD Sudarso Pontianak. Ibu ini telah meninggal dunia pada 21 Maret lalu,” bebernya.

Kemudian kasus 07 seorang wanita berusia 52 tahun dirawat di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Kasus 08 seorang laki-laki berumur 50 tahun pernah dirawat di RSUD Sudarso Pontianak namun telah meninggal dunia pada 25 Maret.

“Dan kasus 09 seorang laki-laki berusia 25 tahun, dimana kasus ini adalah teman kerja atau kontak dengan kasus 01 yang juga sedang dirawat di RSUD Sudarso Pontianak,” jelas Harrison.

Sementara itu Gubernur Kalbar mengumumkan 13 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di seluruh rumah sakit di Kalbar hasil lab nya sudah keluar dan dinyatakan Negatif.

“Ada 2 pasien yang positif setelah 2 kali hasil lab nya negatif dan dia dinyatakan sembuh. Dan ada satu pasien positif hasil lab nya sudah negatif dan tinggal menunggu 1 kali test lagi,” ungkap Sutarmidji melalui akun facebooknya Bang Midji yang diposting pada Minggu (29/3).

Tapi Midji sebutkan ada 4 PDP yang hasil lab nya positif. Satu diantaranya ada kontak dengan pasien positif pertama yang sudah sembuh. Dan 2 orang sudah meninggal.

“Kita akan telusuri yang pernah kontak dengan pasien positif baru ini. Jadi ingatlah anda bisa jadi positif kalau anda tak jaga jarak dan tak pakai masker. Terus waspada tapi jagan panik. Jika cepat ditangani yang positif bisa sembuh,” pungkasnya.(rob)