Petugas Kesehatan Karantina Entikong memeriksa pelintas yang masuk melalui jalur PLBN. Foto. Ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji melalui akun facebooknya memposting larangan bagi warganya mengunjungi negara terjangkit Corona.

Dalam postingan yang dibuat pada pada hari Jumat (13/3) sekitar pukul 13.00 WIB itu, mantan Wali Kota Pontianak itu mengancam warga Kalimantan Barat yang nekad mengunjungi negara terjangkit untuk menjalani karantina 30 hari.

“Serawak sudah ada beberapa kasus positif Corona. Tetap waspada dan sekali lagi saya minta untuk tidak ke negara terjangkit Corona. Saya marah juga ada masyarakat Kalbar yang tetap keluar. Mulai besok yang kembali dari luar termasuk serawak akan dikarantina 30 hari” tulis Sutarmidji.

Hingga pukul 07.13 Wib, postingan tersebut sudah dikomentari sebanyak 935 pengguna facebook dan dibagikan 1.645 kali.

Menanggapi postingan facebook orang nomor satu di Kalimantan Barat itu, Koordinator Kesehatan Karantina Entikong, Rini menyampaikan belum menerima surat resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat soal warga Kalbar bakal di karantina sepulang dari Malaysia.

“Belum ada edaran resminya. Untuk saat ini kami tetap sesuai SOP,” ujar Rini. Untuk di PLBN Entikong, pihaknya, kata Rini, tetap menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

“Kami lakukam pemeriksaan suhu tubuh dan gejala lainnya ke semua pelintas, dan memberikan kartu kewaspadaan kesehatan,” ungkap Rini.

Namun, lanjutnya, jika ada WNA yang diduga mengalami gejala Virus Covid-19, pihaknya akan merekomendasikan ke imigrasi untuk ditolak masuk ke wilayah NKRI.

“Sampai hari ini belum ada WNA yang kita tolak masuk karena diduga Corona. Semoga saja tidak ada,” harap Rini.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sanggau dr. Jones Siagian dikonfirmasi via selular mengatakan karena masalah ini sudah merupakan lintas negara, maka Dinkes Sanggau hanya mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

Kebijakan boleh tidaknya lalu lintas orang dan barang di pintu masuk perbatasan, lanjut Jones menjelaskan, bukan kewenangan pihaknya.

“Kita hanya menangani orang yang sudah berada di Sanggau. Kalau tanpa keluhan atau tanpa gejala sakit, akan kita isolasi di rumah (orang dalam pemantauan). Kalau dengan adanya gejala atau tanda – tanda sakit, akan kita isolasi di RS (pasien dalam pengawasan), kemudian kita rujuk,” jelasnya.(pek)