Tim IT akan melakukan pemasangan jaringan LAN komputer untuk tes seleksi CPNS. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Sebanyak 160 laptop disiapkan panitia untuk tes CPNS di Kubu Raya yang akan dimulai pada Senin (17/2). Lokasi tes dengan sistem CAT ini dilaksanakan di aula kantor Bupati Kubu Raya.

Saat ini Pansel dan BKPSDM Kubu Raya sedang melakukan pemasangan jaringan internet agar terhubung ke pusat.

“Komputer baru dipasang hari Minggu besok sekaligus Panselnas pengecekan jaringan LAN,” kata Plt Kepala BKPSDM Kubu Raya M. Noh kepada BerkatnewsTV Sabtu (15/2).

Setelah selesai, sambung Noh, pintu ruang ujian langsung disegel dan baru dibuka Senin (17/2) saat tes dimulai.
Setelah disegel tidak ada yang boleh masuk dalam ruang tes

Noh juga mengimbau kepada peserta sudah hadir di lokasi paling lama 1 jam sebelum jadwal tes berlangsung. Jika peserta terlambat maka tidak diperkenankan masuk bahkan dinyatakan gugur.

“Sanksi bagi peserta yang melanggar akan diberikan peringatan lisan oleh panitia sampai dianggap batal atau gugur sebagai peserta,” bebernya.

Sebab, sistemnya langsung terkunci perta dan panselnas juga tidak bisa membukanya.

“Sistem itu diatur oleh sistem itu sendiri. Selain itu peserta juga harus registrasi dan memperoleh PIN untuk membuka sistem CAT atau naskah soalnya,” bebernya.

Larangan bagi peserta yang harus diingat adalah dilarang membawa apapun di dalam ruang tes termasuk perhiasan, dilarang memakai celana jeans dan baju kaos serta alat tulis, kalkulator, jam tangan maupun handphone.

Untuk pengantar tidak disiapkan tempat duduk, jadi pengantar hanya mendrop saja, kemudian jemput lagi setelah selesai tes.

Diperkirakan akan ada sebanyak 4.231 peserta seleksi CPNS mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di lingkungan Pemkab Kubu Raya yang berlangsung tanggal 17-22 Februari.

“Tes akan dibagi menjadi lima sesi per hari. Setiap sesi diikuti 150 orang,” tambah Noh.

Tercatat ada sebanyak 4.231 peserta yang akan mengikuti tes SKD tersebut untuk memperebutkan 227 formasi yang dijatahkan oleh pemerintah pusat.

Formasi yang diperebutkan antara lain tenaga pendidikan, tenaga teknis dan tenaga kesehatan. Untuk tenaga pendidikan seperti guru berjumlah 66 orang. Tenaga kesehatan berjumlah 85 orang serta tenaga teknis berjumlah 76 orang.(rob)